Ekbis

Dinkes dan Satgas Pangan Temukan Makanan Diduga Mengandung Zat Berbahaya

Petugas saat sidak ke sejumlah pasar tradisional dan modern di Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada lebih dari lima jenis makanan yang diduga mengandung zat berbahaya ditemukan petugas saat inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan modern di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya diduga mengandung zat berbahaya, makanan ringan tersebut juga diketahui tanpa disertai izin produksi dan izin edar.

Temuan makanan ringan mengandung zat berbahaya dan tanpa izin edar ini diketahui saat petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Satreskrim Polres Mojokerto melakukan inspeksi, Kamis (26/12/2019). Diantaranya camilan jenis kerupuk, mie dan lain sebagainya.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko mengatakan, sidak dilalukan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari makanan ringan atau camilan yang tidak memiliki izin edar, izin produksi khususnya saat peringatan Natal dan Tahun Baru 2020. “Terlebih ini menjelang pergantian tahun baru,” ungkapnya.

Masih kata dr Sujadmiko, pasca penemuan makanan ringan diduga mengandung zat berbahaya dan tanda izin edar tersebut, petugas juga melakukan pendataan. Petugas juga memberikan penjelasan kepada pemilik toko terkait bahaya yang ditimbulkan terhadap makanan ringan tersebut jika dikonsumsi.

“Memang ada beberapa makanan yang ditemukan yang tidak memiliki izin produksi, izin edar. Mayoritas makanan ringan dalam kemasan. Ada juga yang diketahui mengandung zat berbahaya, seperti pewarna tekstil, itu semua langsung kami minta untuk ditarik dan tidak dijual kembali,” katanya.

Parahnya, makanan tak laik konsumsi itu mayoritas jenis camilan yang digemari kalangan anak-anak serta remaja. Hal itu tentunya akan berdampak bagi kesehatan. Terlebih, kata Plt Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini, mayoritas penyakit berbahaya ditimbulkan oleh asupan makanan yang kualitasnya buruk.

“Dari data yang ada, saat ini mayoritas penderita penyakit ginjal didominasi usia 40 tahun ke bawah. Dan penyakit itu, disebabkan oleh asupan makanan yang tak laik konsumsi karena mengandung zat berbahaya. Kita langsung koordinasi dengan Tim Satgas Satreskrim Polres Mojokerto,” jelasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar