Ekbis

Dinilai Abaikan Anjuran OJK di Masa Pandemi, Nasabah Gugat PT BTN

Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Tabungan Negara (BTN) digugat oleh PT Benoa Nusantara. Gugatan yang diajukan melalui E-court, Pengadilan Negeri Surabaya Nomer 500 / pdt G/2020/PN.Sby tanggal 22-05-2020 ini disebutkan bahwa PT BTN telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Kuasa hukum penggugat yakni HK Kosasih menyatakan dalam kasus ini PT BRN telah melanggar peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomer 11/Pokj.03/2015 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan RI Nomer 11/Pojk.03/2020 tahun 2020 yakni memberikan kemudahan stimulus bagi Debiturnya yang terdampak usahanya akibat pandemi Covid-19.

Dijelaskan Kosasih, perkara ini berawal dari adanya pengumuman di sebuah surat kabar harian pada 15 Mei 2020 lalu yang mana dalam surat kabar tersebut disebutkan bahwa PT BTN mengundang Investor untuk mengajukan surat penawaran minat Ceasse atau pembelian barang agunan.

“Faktanya tergugat (PT BTN) sama sekali tidak menerapkan apa yang diatur oleh OJK tapi disini Tergugat malah dengan sengaja berusaha mematikan usaha debiturnya dengan cara melakukan pengumuman di media massa dengan cara mengundang pihak ketiga untuk membeli barang agunan secara Cessie,” ujar Kosasih, Selasa (26/5/2020).

Kosasih menjelaskan atas pengumuman yang dibuat PT BTN tersebut, Kosasih selaku kuasa hukum PT Benoa Nusantara sudah memberikan tanggapan bahwa apa yang diumumkan PT BTN tersebut merupakan perbuatan melawan hukum, namun tanggapan tersebut tidak digubris hingga batas waktu tanggal 18/5/2020 hingga akhirnya pihaknya mengajukan gugatan di Pengadilan.

Dijelaskan Kosasih dalam gugatannya bahwa sebelumnya antara PT BTN dengan PT Benoa Nusantara sudah ada kesepakatan pelaksanaan pembayaran kredit investasi sesuai dengan resttrukturisasi perpanjangan waktu tersebut.

Penggugat telah melaksanakan pembayaran kepada tergugat sesuai dengan tahapan pembayaran sampai 2020 dan telah dibayar lunas pada bulan Januari 2020 dan sudah tidak ada keterlambatan, bahkan penggugat telah berusaha melakukan pembayaran percepatan dari pokok hutang yang dijadwalkan kewajiban penggugat kepada tergugat pada saat ini hanya masih tersisa Rp 37.109.000.000 (tiga puluh tujuh milyard seratus sembilan juta rupiah).

“Dalam persoalan ini pihak tergugat ternyata secara fakta terdapat perbedaan nilai sisa pinjaman penggugat kepada tergugat, dimana menurut perhitungan atas sisa pinjaman hanya tersisa sebesar Rp 37. 109.000.000 namun menurut perhitungan tergugat adalah sebesar Rp39.532.769.930 (Tiga puluh sembilan milyard lima ratus tiga puluh dua juta tujuh ratus enam puluh sembilan ribu rupiah).

Sebelumnya PT Benoa Nusantara memperoleh dua fasilitas kredit dari PT BTN untuk fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). Kredit modal kerja yang diperoleh PT Benoa Nusantara telah dilunasi pada tanggal 12 Desember 2019, sehingga masih tersisa fasilitas Kredit Investasi, adapun kredit investasi yang jatuh tempo pada 28 November 2021 disepakati oleh PT BTN untuk diperpanjang sampai tahun 2026.

Pada awal tahun 2020 terjadi perselisihan mengenai perhitungan bunga yang dibebankan kepada PT Benoa Nusantara dan karenanya juga diadakan pertemuan antara PT Benoa Nusantara dengan PT BTN pada tanggal 5 Mei 2020, ternyata hasil rapat tidak ditindak lanjuti, bahkan pihak PT BTN membuat pengumuman dan pemanggilan kepada Debitur Kredit PT BTN Asset Management Division Area-3 Kantor Cabang Surabaya seakan-akan PT.Benoa Nusantara tidak memiliki itikad baik melakukan pembayaran kepada PT BANK Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Padahal usaha PT Benoa Nusantara selaku pengelola mall sangat berdampak dengan penyebaran Wabah Covid-19 berlanjut dengan diterbitkannya peraturan pemerintah yang membatasi kontak sosial sehingga tingkat kunjungan mal-mal turun drastis dan banyak toko yang tutup. “Dalam hal ini PT BTN sama sekali tidak memperhatikan keadaan nasabah dan tidak menjalankan kebijakan program Pemerintah untuk membantu dunia usaha terdampak Covid-19,” ujarnya.

Dengan adanya permasalahan diatas terkait pengumuman yang diiklankan oleh PT BTN pada tanggal 15 Mei 2020, dimana sebenarnya PT Benoa Nusantara telah melakukan surat somasi baik melalui surat maupun melalui pengumuman di koran harian pada 18 Mei 2020, ternyata PT BTN tidak menghiraukan teguran ataupun mencabut pengumuman yang dianggap oleh PT Benoa Nusantara dilakukan secara sewenang-wenang dan perbuatan melawan hukum, karenanya saat ini PT Benoa Nusantara melakukan Gugatan terhadap PT BTN di Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 22 Mei 2020 dan menuntut PT BTN untuk membayar ganti rugi kepada PT Benoa Nusantara selaku penggugat, baik materiil maupun immateriill total sebesar Rp. 2000.000.000 (Dua ratus milyard rupiah) secara meminta agar PT BTN Tbk., dihukum membuat pernyataan permintaan maaf kepada PT Benoa Nusantaa dalam mass media cetak terbitan nasional.

Selain itu, PT Benoa Nusantara juga telah meminta kepada khalayak ramai maupun para notaris di seluruh Indonesia untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum jual beli/pembelian/cessie atas hak tagih PT BTN kepada PT Benoa Nusantara. Terpisah pihak PT BTN saat dikonfirmasi melalui legal hukumnya namun belum memberikan tanggapan. “Bagian legalnya masih keluar kantor,” ucap salah satu karyawan yang bernama Mega. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar