Ekbis

Dibantu Modal SIG, Peternak Ikan Lele Jenggolo Tuban Raup Rp 63 Juta

Gresik (beritajatim.com) – Imbas pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh pelaku UMKM khususnya peternak ikan lele. Sebagai antisipasinya agar UMKM terus mandiri dalam mengembangkan usaha, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG memberikan bantuan modal pendampingan usaha.

Salah satu kelompok budidaya yang mendapatkan bantuan adalah kelompok budidaya ikan Prima Makmur, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Tuban.

Dalam tiga kali panen, petani kelompok peternak ikan lele itu mampu meraup Rp 63 juta. Dengan asumsi untuk sekali panen menghasilkan 1,4 ton atau 1.400 kilo. Sementara, harga perkilo ikan lele Rp 15 ribu. Setahun panen tiga kali, total meraup Rp 63 juta.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Prima Makmur, Liek Setiadji mengatakan, kelompoknya mendapatkan bantuan modal untuk pengembangan usaha sebesar Rp 33 juta. Bantuan tersebut digunakan untuk membuat 4 kolam baru yang mampu menampung 16.000 ikan lele.

“Program pemberdayaan SIG sangat membantu, karena selain permodalan usaha, kami juga dapat pendampingan dan kesempatan studi banding untuk belajar budidaya ikan lele yang baik dan benar,” tuturnya, Jumat (18/09/2020).

Liek menambahkan, kini usahanya semakin berkembang dari kerja keras yang dilakukan.

“Ini ketiga kalinya kami melakukan panen ikan semenjak mengikuti program pemberdayaan dari SIG. Setiap panen mampu menghasilkan 1,4 ton ikan lele jenis masamo. Tingginya permintaan ikan lele di wilayah Kabupaten Tuban membawa berkah tersendiri bagi kelompok kami,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, M Amenan, mengapresiasi langkah yang dilakukan SIG. Menurutnya, adanya budidaya ikan oleh kelompok UMKM dapat memberikan potensi usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja yang berujung pada tambahan penghasilan.

“Kami mengapresiasi pendampingan teknis yang telah dilakukan oleh SIG kepada para UMKM. Sehingga, mereka paham tentang budidaya ikan lele ini. Ke depan kami juga berharap cakupan UMKM yang diberdayakan SIG semakin luas,” katanya.

Sementara itu, General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan, melihat potensi pasar yang sangat terbuka, SIG mendukung upaya UMKM mengembangkan usahanya.

“Hingga saat ini Perseroan telah melakukan pemberdayaan kepada 18 kelompok UMKM klaster perikanan dengan memberikankan bantuan sebesar Rp523 juta serta pendampingan usaha. Adapun jenis usaha budidaya yang dilakukan pelaku UMKM di antaranya budidaya ikan lele, udang vaname dan ikan nila,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar