Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, SIG Raup Laba Rp 2,79 Triliun

Pekerja PT Semen Indonesia (persero) Tbk sedang mengantongi semen sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.

Gresik (beritajatim.com) – Belum berakhirnya pandemi Covid-19 berdampak sektor perekonomi khususnya industri semen. Kendati demikian, perusahaan emiten dengan kode SMGR itu mampu melalui kinerja positif di tahun 2020. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian laba sebesar Rp 2,79 triliun, naik dibanding tahun 2019 sebesar Rp 2,39 triliun.

Tahun lalu SIG juga mencatatkan pendapatan Rp 35,17 triliun, turun 12,87 persen. Dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp 40,37 triliun atau tumbuh 14,82 persen.

Sementara beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp23,56 triliun turun 14,82 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp27,65 triliun.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,79 triliun naik 16,73% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta semakin ketatnya persaingan, Perseroan mampu melalui tahun 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi biaya.

“Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, Beban Pokok Pendapatan tahun 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80 persen. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat. Sehingga, mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif,” katanya, Senin (1/03/2021).

Ia menambahkan, akibat pandemi Covid-19, sepanjang tahun 2020, pendapatan perusahaannya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan turunnya permintaan akan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang mengalami penundaan akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah.

“Menyikapi kondisi pasar dalam negeri, pada tahun 2020. Kami melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan China,” imbuhnya.

Sejalan dengan visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terbesar di kawasan regional. SIG terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material.

“Pada tahun 2020 SIG meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti masonry cement, maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SIG,” pungkas Hendy Santoso. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar