Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Rumah Subsidi Jadi Pilihan

Rumah subsidi di Gresik Selatan jadi pilihan konsumen di tengah pandemi Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, rumah subsidi di Kabupaten Gresik, tepatnya di dekat tol Krian, Legundi, Bunder, Manyar (KLBM) menjadi pilihan konsumen. Selain harganya di kisaran Rp 100 juta, keberadaan rumah subsidi itu juga mendongkrak permintaan di sektor properti.

Direktur Berkat Jaya Development Pengembang Rumah Subsidi Grand Kedamean Regency, Paulus Yauri menuturkan, meski pandemi Covid-19 belum berakhir, sektor properti khususnya yang subsidi sudah mulai ‘on the track’.

“Saat ini rumah subsidi dengan harga kisaran Rp 100 juta bergeser ke wilayah Gresik Selatan, atau di Kecamatan Kedamean yang diapit dengan kawasan industri. Kawasan ini kedepannya bakal menjadi hunian murah di Gresik,” tuturnya, Kamis (25/03/2021).

Diakui Paulus Yauri, pengembang di wilayah Kecamatan Kedamean sangat merasakan angin segar dengan adanya exit tol KLBM. “Ada 1.000 unit rumah yang akan dibangun. Dari jumlah itu, 600 unit diantaranya merupakan rumah subsidi yang dibandrol Rp 130 juta dan sudah sold out,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski masih suasana pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niat pembeli untuk memiliki rumah sendiri. Apalagi, dengan rumah subsidi harganya terjangkau. “Pandemi memang sempat membuat pengusaha di bidang properti ada yang gulung tikar. Tapi, kami membuktikan tetap eksis menyiapan hunian baru,” imbuhnya.

Grand Kedamean Regency berdiri di atas lahan seluas 15 hektar, dengan 1.000 unit rumah terdiri dari 600 rumah subsidi, dan 400 rumah non subsidi di tahap awal. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar