Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Penjualan PR Gudang Baru Justru Melambung

Malang (beritajatim.com) – Di tengah pandemi wabah Covid-19 saat ini, justru tak berdampak apapun bagi Pabrik Rokok (PR) Gudang Baru, Kepanjen, Kabupaten Malang. Alih-alih menutup dan menghentikan aktivitas pabrik rokok filter maupun kretek, PR Gudang Baru justru kewalahan dalam hal penjualan maupun produksi rokok ke sejumlah daerah se Indonesia.

“Alhamdulillah ditengah wabah Corona ini, omzet penjualan dan produksi kami justru meningkat. Kami sampai kewalahan karena permintaan sangat tinggi,” ungkap Manager Pemasaran PR Gudang Baru, Agus, Selasa (2/6/2020) siang ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Agus, meski kewalahan dalam produksi, pihaknya menerapkan standart tinggi kesehatan selama pandemi Covid-19. Salah satunya, rutin melakukan cek kesehatan bagi ribuan buruh dan pegawai PR Gudang Baru.

“Lebih dari 3500 buruh kami sudah kita lakukan rapid test. Hasilnya semuanya non-reaktive atau negative. Alhamdulillah, ini patut kita syukuri,” tegas Agus.

Rapit Test diikuti oleh seluruh buruh dan pegawai dengan mendatangkan 14 dokter dan tim medis dari Rumah Sakit Wava Husada, JepaPelaksanaan Rapid Test dilakukan selama 4 hari berturut-turut. “Standar operasional kami mewajibkan seluruh buruh dan pegawai wajib pakai masker dan cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas diareal pabrik. Kami juga memberikan suplai vitamin untuk semua buruh dan pegawai selama satu pekan sekali,” beber Agus.

Agus melanjutkan, menerapkan protokol kesehatan dilingkungan PR Gudang Baru baik areal produksi dan perkantoran. “Protokol kesehatan kami jalankan semua. Banyak hal yang sudah disampaikan, mulai masuk itu harus melewati penyemprotan disinfektan, cuci tangan, tes kesehatan itu juga rutin dilakukan,” terangnya.

Lebih jauh Agus menjelaskan, selama pandemi Covid-19 ini pihaknya cukup kewalahan memenuhi permintaan pasar. Meskipun masa pandemi, permintaan pasar rokok Gudang Baru terus mengalami kenaikan.

“Produksi kretek kita itu sampai terus cari pegawai tambahan. Berapapun jumlahnya kita terima, kewalahan selama pandemi ini. Itu untuk bagian produksi. Kita juga menambah satu mesin produksi, itu dari Jerman,” jelasnya.

Untuk menyiasati kebutuhan pasar itu, Agus menuturkan, Gudang Baru berencana mengoperasikan pabrik baru di Kepanjen. “Ini baru buka di Legok, Kepanjen. Mungkin tahun ini akan beroperasi, tinggal nunggu surat-suratnya beres,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar