Ekbis

Di Tengah Pandemi Corona, APERSI Jatim Genjot Penjualan Rumah

Konsolidasi anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) untuk menggenjot penjualan rumah.

Malang (beritajatim.com) – Pelaku usaha bisnis perumahan yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menyiapkam strategi di penjualan di tengah pandemi Covid-19. Diantaranya, menggenjot penjualan rumah dengan meminta bantuan perbankan untuk mempermudah proses realisasi pembayaran nasabah ke pengembang perumahan bagi proses KPR.

Ketua DPD APERSI Jawa Timur Mahrus Sholeh mengatakan dari target awal 20 ribu unit rumah terjual tahun 2020. Kemungkinan hanya terwujud 10 ribu unit saja. Pada bulan April penjualan sempat menurun sekira 40 persen. Memasuki bulan Juni penjualan mulai naik sekira 60 persen.

“Bisnis kita turun banget, di bulan 4 (April) turun hingga 40 persen. Waktu bulan 4 hingga 5 sangat ketat dari perbankan. Saat ini ada relaksasi dari perbankan sehingga teman-teman bisa genjot lagi. Di lapangan kemarin user pengen realisasi tapi terkendala perbankan,” kata Mahrus, Kamis (17/7/2020).

Mahrus mengatakan seluruh anggota APERSI pada tahun ini memiliki proyek pembangunan rumah di sejumlah daerah di Jawa Timur. Dari target 10 ribu unit rumah, sebanyak 4.500 rumah telah selesai dibangun. Kini mereka menunggu proses KPR dari perbankan.

“Kalau saat ini 4.500 unit sudah jadi dan siap di KPR dari target kita 10 ribu unit rumah. Di Jawa Timur hampir menyeluruh, Malang Raya, Madiun, Tulungagung, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Gresik dan Lamongan,” ujar Mahrus.

Sementara itu, Head of Consumer Retail BNI Kanwil Malang Agus Haedar Usman mengungkapkan pihaknya siap membantu proyek pembangunan termasuk perumahan. Dia mengakui dampak pandemi Covid-19 cukup mempengaruhi sektor bisnis perumahan selama empat bulan terakhir.

Menurutnya, dari kuota 500 an aplikasi pengajuan kredit perumahan baru setengahnya yang terselesaikan. Sisanya ada 294 aplikasi yang belum terselesaikan dengan nilai mencapai Rp28. Nilai ini mencakup wilayah kerja BNI Kanwil Malang yang menjangkau area Jatim bagian selatan.

“Target kami 500 aplikasi di tahun 2020 untuk wilayah kerja Malang bisa terealisasi di sisa tahun 2020. Untuk kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sisanya 294 an bisa diselesaikan Juli dan Agustus ini,” tandas Agus Haedar. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar