Ekbis

Di Tengah Pandemi, Bank Jatim Tetap Keluarkan Deviden untuk Pemegang Saham

Surabaya (beritajatim.com) – Walaupun badai pandemi Corona belum berlalu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) tetap membagikan keuntungan perusahaannya bagi seluruh pemegang saham. Bankjatim membagikan dividen sebesar Rp 48,20 per lembar saham. Total dividen yang dibagi kepada pemegang saham adalah sebesar Rp. 723,7 miliar lebih atau sebesar 52,58% dari laba bersih.

Pembagian dividen yang selalu meningkat setiap tahunnya menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakat. Keputusan pembagian deviden ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2019 (RUPST TB 2019), di Ruang Bromo, di kantor pusat bankjatim.

Jenis pemegang saham bankjatim terbagi dua yakni pemegang saham seri A bankjatim yang merupakan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang nantinya akan menjadi salah satu Pendapatan Asli Daerah masing masing Kabupaten/Kota. Dan saham seri B yang merupakan saham yang dijual untuk masyarakat umum melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

“RUPS digelar dengan pengamanan penuh dan memperhatikan himbauan pemerintah,” ungkap Pgs Direktur Utama bankjatim, Ferdian Timur Satyagraha didampingi Corporate Secretary Glemboh Priambodo, Jumat (24/4/2020).

Bankjatim mencatat sepanjang 2019 kinerja keuangan mereka dalam performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Berdasarkan kinerja Desember 2019, aset bankjatim tercatat Rp. 76,72 triliun atau tumbuh 22,37 %, laba bersih bankjatim tercatat Rp. 1,38 triliun atau tumbuh 9,22 % (YoY). Selama Tahun Buku 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 18,91 % (YoY) yaitu sebesar Rp. 60,55 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bankjatim meningkat.

Pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh pertumbuhan giro 23,54% atau tercatat Rp. 23,83 triliun, diikuti oleh pertumbuhan tabungan sebesar 16,28% atau tercatat Rp. 22,22 triliun dan pertumbuhan deposito sebesar 15,81% atau tercatat Rp. 14,50 triliun. Dari komposisi tersebut, terlihat kemampuan bankjatim dalam menghimpun dana murah cukup baik.

“Dari sisi pembiayaan, kali ini bankjatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yaitu 13,16% (YoY) atau sebesar Rp. 38,35 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) secara signifikan yaitu sebesar 2,77%. Hal ini menunjukkan kualitas kredit bankjatim dari tahun ke tahun semakin meningkat,” beber Ferdian.

Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp. 23,10 triliun atau tumbuh 7,12 % (YoY). Sedangkan pertumbuhan paling tinggi didapat dari sektor komersial sebesar 27,11% atau tercatat Rp. 9,23 triliun . pertumbuhan yang tinggi tersebut didongkrak dari pertumbuhan kredit sindikasi yang signifikan sebesar 118,98 %. [rea/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar