Ekbis

Demplot Pupuk Non Subsidi Petrokimia Gresik, Tingkatkan Hasil Panen Petani Jagung

Gresik (beritajatim.com) – Program demonstration plot (Demplot) Petrokimia Gresik yang menggunakan pupuk non subsidi terus diperbanyak di daerah penghasil pertanian. Salah satu yang merasakan hasil panen demplot itu adalah petani jagung di Gorontalo.

Semula petani disana sebelum mengikuti program demplot hanya mampu menghasilkan jagung pipilan 5 ton per hektarenya. Namun, setelah mengikuti demplot bisa menghasilkan 10,1 ton setiap hektarenya.

Dipilihnya demplot pertanian jagung di Gorontalo. Pasalnya, di provinsi tersebut merupakan sentra terbesar penghasil jagung pipilan di kawasan Indonesia Timur.

“Di Gorontalo kami tidak hanya melakukan demplot jagung saja. Tapi, juga demplot tomat dan cabai yang bisa menghasilkan 43,2 ton, serta cabai 12 ton. Panen tomat ini meningkat 80 persen  dari sebelumnya 24 ton. Sedangkan panen cabai meningkat 50 persen dari produktivitas sebelumnya 8 ton setiap hektare,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, Minggu (5/07/2020).

Ia menambahkan, terkait dengan demplot ini. Petrokimia Gresik menggunakan pupuk non subsidi, dengan komposisi yang disarankan oleh PT Petrokimia Gresik. Sedangkan pupuk yang digunakan adalah Phonska Plus, dan NPK.

“Ini adalah upaya nyata Petrokima Gresik sebagai solusi agroindustri, dengan menghadirkan produk berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian,” imbuhnya.

Mengenai penggunaan pupuk non subsidi ini. Diapresiasi oleh mantan Menteri Perdagangan Rachmad Gobel yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI.

“Pola pemupukan rekomendasi Petrokimia Gresik ini dapat diduplikasi oleh petani lainnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Petrokimia Gresik bersama Provinsi Gorontalo telah melakukan kerjasama demplot dengan menggunakan pupuk non subsidi.

Kerjasama itu merupakan salah satu tahapan dari kerjasama antara legislator asal Gorontalo tersebut dengan Petrokimia Gresik untuk percepatan pembangunan lumbung pangan nasional bagian timur dalam rangka menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar