Ekbis

Demi Menjawab Tantangan Zaman, Kadin Surabaya Didominasi Pengusaha Muda

Surabaya (beritajatim.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya resmi membentuk kepengurusan baru. Namun ada yang menarik dari pemilihan pengurusanya, Ali Affandi ketua umum Kadin Surabaya lebih banyak menempatkan para pengusaha muda dalam kepengurusannya. Tentu saja pengusaha muda ini sebagian besar adalah anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Tantangan zaman dengan dunia 4.0 bahkan kini memasuki awal era 5.0 agaknya disadari betul oleh anak sulung, La Nyalla Mattaliti, Ketua Kadin Jatim ini. Tak heran jika Andi, panggilan akrab Ali Affandi ingin para pengusaha muda yang berada dibelakangnya.

Tak hanya sekadar diisi oleh kawula muda saja, Kadin Surabaya yang dulu nb ya hanya ada 6 bidang, kini kepengurusan menjadi 23 bidang.

“Kami merespons berbagai tantangan dan prospek ekonomi saat ini. Beberapa bidang baru perlu kami bentuk untuk memfasilitasi perkembangan sektor usaha di bidang tersebut,” ujar Ketua Kadin Surabaya Ali Affandi di Surabaya, Jumat (27/9/2019).

Andi, sapaan akrab Ali Affandi, mencontohkan sejumlah bidang baru yang dibentuk, seperti Bidang Milenial, Kesehatan, dan Olahraga.

“Kami menangkap kekuatan milenial sebagai penopang struktur demografi dan ekonomi Surabaya. Kaum milenial Surabaya semakin besar secara kuantitas, dan secara kualitas mereka tumbuh menjadi kelas menengah baru yang membuat ekonomi Surabaya bergerak cepat. Maka ke depan ini perlu bidang khusus untuk menggarapnya,” papar Andi yang juga mantan ketua HIPMI Jatim.

Tantangan pada segmen milenial, sambung Andi, adalah mendorong lahirnya wirausahawan-wirausahawan baru. Ini mengingat persaingan kerja di Surabaya yang semakin ketat. Jumlah angkatan kerja di Kota Surabaya mengalami peningkatan dari 1.495.837 (2017) menjadi 2.269.293 (2018). Kenaikan jumlah angkatan kerja, termasuk ditopang oleh pekerja luar kota.

“Sehingga kami berharap Kadin Surabaya bisa ikut menjadi solusi agar milenial Kota Pahlawan bisa masuk ke dunia bisnis. Tentu kami akan bersinergi dengan banyak pihak,” ujarnya.

Demikian pula industri jasa kesehatan dan olahraga yang tumbuh pesat di Surabaya. “Surabaya sebagai pusat rujukan kesehatan kawasan timur Indonesia harus terus meningkatkan kualitasnya. Kami ingin orang-orang kelas menengah ke atas Surabaya dan Jatim tidak perlu berobat ke Penang atau Singapura,” jelasnya.

“Adapun sport industry kini tumbuh menjadi sektor usaha baru yang belum banyak digarap. Nah dengan adanya bidang baru tersebut, kami mendorong pelaku usaha Surabaya untuk menggarap sport industry,” imbuh alumnus Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tersebut.

Dia menambakan, bidang baru lainnya adalah Bidang MICE dan Pariwisata; Bidang Budaya, Pendidikan, dan Perempuan; serta Bidang Industri Kreatif dan Startup.

“Ini adalah bagian dari dinamika bisnis. Misalnya di Bidang Industri Kreatif dan Startup, kami ada Komite Tetap Co-Working Space yang fokus mendorong geliat co-working spaca menjadi instrumen tempat berkumpulnya talenta hebat Surabaya,” ujar Andi.

Adapun Bidang MICE secara khusus dibentuk untuk mengakselerasi potensi sektor MICE di Surabaya. ”Semakin maju MICE, maka semakin banyak UMKM bisa terlibat, misalnya produsen suvenir, makanan, oleh-oleh, dan sejenisnya,” ujarnya.

Yang juga menarik, di beberapa bidang dalam kepengurusan Kadin Surabaya diiringi dengan kehadiran Komite Tetap Penelitian dan Pengembangan (R & D). “Biar bisa akseleratif, ekonomi harus ditopang riset. Maka kami hadirkan Komite Tetap R&D di beberapa bidang agar ke depan lahir inovasi-inovasi baru yang menopang kemajuan ekonomi Surabaya,” pungkasnya.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar