Iklan Banner Sukun
Ekbis

Kandungan Protein Paling Tinggi

Daun Kelor Sumenep Diminati Pasar Dunia

Bupati Sumenep, Ach. Fauzi saat pelepasan ekspor perdana daun kelor ke Cina (foto : Temmy)
Sumenep (beritajatim.com) – Daun kelor yang tumbuh di Sumenep disebut-sebut mempunyai kualitas terbaik dibanding daun kelor dari daerah lain.
“Berdasarkan hasil uji laboratorium, daun kelor Sumenep ini kandungan proteinnya sangat tinggi. Kalau daun kelor daerah lain kandungannya rata-rata 23-26, nah daun kelor Sumenep ini proteinnya mencapai 45,” kata Direktur PT Sumekar Bangun Persada, Hari Siswanto, Selasa (07/06/2022).
PT Sumekar Bangun Persada di Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep ini merupakan produsen daun kelor kering. Salah satu UMKM Sumenep ini telah berhasil menembus pasar internasional.
PT Sumekar Bangun Persada untuk pertama kalinya mengekspor daun kelor kering ke Cina sebanyak satu kontainer. Bahkan UMKM ini telah menandatangani kontrak selama setahun dengan ‘buyer’ yang terkoneksi pasar dunia. Ditargetkan dalam setahun, mampu mengekspor 300 ton daun kelor kering.
Pemberangkatan satu kontainer daun kelor kering tersebut dilakukan Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, di depan balai Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang. Pelepasan ditandai dengan gunting pita dan pecah kendi.
“Alhamdulillah, daun kelor Sumenep ini sangat diminati pasar luar negeri. Orang menyebut daun kelor ini sebagai daun ajaib yang punya banyak khasiat,” ujar Heri.
Ia menuturkan, pada 2014 saat ‘booming’ daun kelor, dirinya mulai menjajal budi daya kelor. Awalnya, produk bubuk kelor miliknya masih berkutat di pasar lokal. Namun pada 2016, daun kelor produksinya telah mampu menembus pasar ekspor, meski belum dalam jumlah besar.
“Tahun 2018, daun kelor ini saya ekapor ke Thailand 12 ton, kemudian ke Jerman 800 kg, dan juga ke Korea. Tapi saat pandemi, produksi kami berhenti total. Baru pada 2021, kami tanda tangan kontrak selama 1 tahun untuk mengirimkan 300 ton daun kelor kering ke Cina,” paparnya.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi saat pelepasan ekspor perdana daun kelor ke Cina (foto : Temmy)
Ia meyakini, mengembangkan produksi daun kelor kering sangat diminati oleh pasar internasional, selama benar-benar menerapkan managemen mutu. Mulai penanaman, panen, hingga pengolahan yang sesuai dengan standar luar.
“Insha Allah produk daun kelor kering ini sangat diterima pasar. Cukup banyak kok kebutuhan pasar internasional terhadap daun kelor. Ya industri farmasi, juga kosmetik. Daun kelor kering ini sangat diminati,” ujarnya. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar