Ekbis

Dari Usaha Bikin Pupuk Organik, Basiri Raup Omzet Jutaan Rupiah

Malang (beritajatim.com) – Usaha memproduksi pupuk organik sendiri membuat Basiri banyak memperoleh keuhtungan. Selain aktif dalam kegiatan membudidayakan padi Hydroganik dan lele, Basiri, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini, juga memproduksi pupuk organiknya sendiri.

Pupuk organik yang dibuat oleh Basiri tersebut kemudian dijadikan pupuk pada pertanian padi Hydroganiknya itu. Sekaligus juga dijual pada rekan-rekannya yang juga aktif mengembangkan tanaman organik.

Dari kegiatan produksi pupuk organiknya itu, bapak dari 3 anak tersebut bisa memproduksi pupuk organik mencapai 8 ton per hari. “Per kilogramnya saya menjual pupuk organik ini Rp 280. Jadi kalau 8 ton saya sudah mendapatkan omset Rp 280 ribu per hari. Kalau sebulan 24 hari total omset saya mencapai Rp 6 juta,” ungkap Basiri, Senin (4/1/2021).

Bahan dasar yang digunakan Basiri dalam membuat pupuk organik itu berasal dari kotoran ayam. “Harga kotoran ayamnya Rp 10 ribu per 20 kilogram,” katanya.

Basiri membeberkan kegiatan memproduksi pupuk organik itu ia mulai sejak tahun 2007 lalu. “Dulu awalnya hanya saya gunakan untuk memupuk tanaman saya. Tapi lama kelamaan banyak orang yang minat dengan pupuk organik olahan saya ini. Ya sudah akhirnya saya jual,” ujarnya.

Pria berusia 47 tahun itu membuka rahasia cara memproduksi pupuk organik itu. Katanya, kita hanya cukup menyediakan kotoran ayam atau sapi, kemudian untuk fermentasi mikroba diberi tetes tebu. Ditambah dengan air bekas cucian beras.

“Disiramkan kemudian diaduk merata secara bersamaan. Kemudian ditutup sampai kira-kira satu bulan, tapi setiap minggu harus diaduk kembali,” katanya.

Takarannya, menurut Basiri per 20 kilogram kotoran ayam campuran tetes tebunya hanya 1 liter, dan air bekas cucian berasnya sebanyak 5 liter. “Sudah, setelah satu bulan ditutup kemudian diayak untuk menghaluskan pupuknya,” pungkasnya. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar