Iklan Banner Sukun
Ekbis

Dampak Harga Kedelai dan BBM Naik, Pengusaha Tahu Tuban Naikkan Harga

Proses pembuatan Tahu di lokasi pabrik Tahu yang ada di Kelurahan Panyuran, Kec Palang, Tuban.[foto: M Muthohar/beritajatim.com]

Tuban (beritajatim.com) – Guna menjaga keberlangsungan usahanya dalam pembuatan Tahu supaya tidak sampai mengalami bangkrut dan gulung tikar, salah satu tempat usaha produksi Tahu yang ada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terpaksa harus menaikkan harga Tahu hasil produksinya, Kamis (29/9/2022).

Kenaikan harga Tahu tersebut dipicu lantaran saat ini harga Kedelai Impor yang digunakan untuk produksi tahun terus mengalami kenaikan serta bersamaan dengan harga BBM yang juga naik. Dampak dari harga kedelai yang mengalami kenaikan itu membuat pengusaha tahu juga harus mengurangi jumlah produksinya.

Dampak kenaikan harga Kedelai Impor yang biasa digunakan untuk produksi Tahu dan Tempe tersebut salah satunya dirasakan oleh Wardam (74), pengusaha Tahu asal Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban. Pemilik produsen Tahu dengan nama UD Barokah itu menyatakan jika kenaikan harga Kedelai hampir terus mengalami kenaikan selama beberapa hari terakhir.

“Harga Kedelai tinggi sekali dan terus naik, saat ini harga Kedelai Rp 12.400 perkilonya. Ditambah lagi juga harga BBM yang naik,” terang Wardam (74), yang merupakan pemilik Produsen Tahu UD Barokah itu.

Salah satu pekerja pabrik Tahu di Kelurahan Panyuran, Kec Palang, Tuban saat melakukan aktivitas.[foto: M Muthohar/beritajatim.com]
Dengan kenaikan harga Kedelai serta Bahan Bakar Minyak yang juga naik secara otomatis juga membuat ongkos produksi juga ikut naik. Sehingga hal tersebut membuat pengusaha Tahu yang sudah produksi bertahun-tahun tersebut terpaksa harus menyesuaikan harga jual Tahu yang sudah siap dijual di pasaran.

Baca Juga:

    Untuk harga Tahu hasil produksi dari pengusaha skala rumahan itu sebelumnya dijual dengan harga Rp 28.000 setiap papannya. Dan kini harga Tahu tersebut naik sebesar Rp 2.000 hingga menjadi Rp 30 ribu perpapan Tahu.

    “Ya gimana lagi mas, kalau tidak dinaikkan ya kita malah rugi. Ini menyesuaikan dengan harga sekarang,” sambungnya.

    Sementara itu, dengan kondisi kenaikan harga Kedelai produksi Tahu milik Wardam itu mengalami penurunan hingga sekitar 100%. Yang mana jika sebelum kenaikan harga Kedelai itu ia bisa memproduksi sekitar 2 kwintal setiap hari, sedangkan saat ini Wardam hanya memproduksi Tahu itu sekitar 1 kwintal saja untuk memenuhi permintaan sebagian wilayah Tuban dan Lamongan bagian utara.[mut/ted]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar