Ekbis

Dampak COVID -19 Harga Sembako Naik, Pedagang Kecil Menjerit

Surabaya (beritajatim.com) – Sudah sepekan imbauan untuk tidak berkegiatan di luar rumah dicanangkan Pemerintah. Tujuannya untuk menekan penyebaran virus corona yang semakin meningkat, khususnya di kota Surabaya.

Tentu hal ini berdampak pada penjualan sejumlah sembako dan bumbu dapur. Bukan hanya di pasar yang mengalami kenaikan harga, pedagang kelontong rumahan pun menjerit karena harga semakin naik, penjualan menurun.

Salah satunya pedagang kelontong sayur dan toko sembako di daerah Ngagel, Surabaya ini. Sudah satu minggu ini harga kebutuhan meroket tajam.

Dikatakan Suryani, yang paling terlihat kenaikannya adalah telur dan gula. Jika biasanya satu kilogram telur hanya 21 ribu kini mencapai 24 ribu perkilogram. Bahkan Gula pun pun ikut naik dari 16 ribu menjadi 19 ribu rupiah.

Bahkan yang mengejutkan adalah bumbu dapur seperti mpon-mpon harganya cukup meroket, sejak banyaknya masyarakat yang memburu kunyit, jahe, dan temulawak. Jahe biasanya 35 ribu kini mencapai 50 ribu per kilo, temulawak dari 20 ribu kini menjadi 35 ribu, dan kunir biasanya 10 ribu jadi 20 ribu per kilo.

“Sudah semingguan ini harga sembako dan bumbu dapur meningkat hampir 20 persen karena virus corona, dan ini kerasa sekali penurunan daya jual. Para pembeli makin sepi, kalau biasanya meski naik ada saja pembeli kalo ini turun drastis,” ungkap Suryani, Senin (23/3/2020). [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar