Ekbis

Cuaca Tak Menentu, Produktivitas Telur Ayam Menurun

Lamongan (beritajatim.com) – Cuaca tidak menentu telah menurunkan produktivitas ayam petelur di sejumlah daerah. Salah satu sentra produksi di Lamongan, tepatnya di Dusun Sendangsari, Desa Mojosari, Kecamatan Mantup, Lamongan.

“Dalam sebulan terakhir, produksi ayam petelur menurun hingga 5 persen. Biasanya bisa mencapai 95 persen saat kondisi cuaca normal,” ujar salah satu peternak ayam petelur, Hardi (54) kepada wartawan, Jumat (1/02/2019).

Dia mengatakan, dalam kondisi normal ribuan ayam petelurnya mampu menghasilkan 50 hingga 60 kilo saat produksi mencapai puncaknya. Namun, saat cuaca tidak menentu produksinya mengalami penurunan hingga 5 persen.

Menurut dia, menurunnya produksi telur pada saat cuaca tidak menentu seperti sekarang menyebabkan, dirinya menyiasatinya dengan cara memberi vitamin dan tambahan pakan. Langkah ini diambil agar nafsu ayam petelur bertambah.

“Saat cuaca tidak menentu, atau musim hujan berpengaruh. Sebab, kotoran ayam menjadi basah lalu lembab. Sehingga, banyak lalat. Selain itu, kotoran basah juga berpengaruh karena menimbulkan amoniak sehingga mempengaruhi nafsu makan ayam,” ujarnya.
Antisipasi yang lanjut Hardi, bekas kotoran ayam disemprot terus diberi kapur (batu gamping). Hal ini dilakukan untuk mengurangi bau kotoran ayam. Sehingga, nafsu makan ayam petelur kembali normal.
“Sekarang ini meski musim hujan di pasaran harga telur mencapai Rp 17.800 ribu per kilo. Bahkan, harga telur pernah mencapai Rp 24 ribu per kilonya,” tandasnya. [dny/but]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar