Ekbis

Cuaca Panas, Peternak Ikan Koi di Mojokerto Merugi

Kunadi (60) menunjukan ikan koi miliknya yang mati mendadak. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Cuaca panas menyebabkan peternak ikan koi di Dusun Gempal, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto merugi. Ini lantaran, banyaknya ikan koi indukan dengan usia satu tahun mati mendadak akibat cuaca panas.

Salah satu peternak ikan koi, Hariono (32) mengatakan ia memiliki sembilan kolam di samping rumahnya yang digunakan untuk pembenihan dan pembesaran ikan koi. “Musim kemarau ini, sudah ada 40 ekor ikan koi usia 1 tahun mati karena panas,” ungkapnya, Sabtu (2/11/2019).

Ia bersama ayahnya, Kunadi (60), sejak lima tahun lalu budidaya ikan koi. Namun musim kemarau tahun ini, puluhan ikan koi peliharaannya mati mendadak akibat cuaca panas. Ikan indukan yang mati rata-rata berukuran 25-30 cm.

“Karena suhu air kolam pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celsius sehingga membuat zat amoniak dari sisa pakan ikan mencemari air kolam. Zat amoniak itu, sifatnya seperti racun bagi ikan koi. Ditambah lagi perubahan suhu ekstrim,” katanya.

Yakni dari siang yang panas ke malam yang dingin sehingga menyebabkan banyak ikan koi yang mati. Puluhan indukan koi miliknya yang mati, terdiri atas beberapa jenis, yaitu Koi Kohaku, Showa, Asagi dan Taisho Sanke. Rata-rata setiap ekor seharga Rp 250 ribu.

“Kalau 40 ekor yang mati, saya rugi kurang lebih Rp 10 juta. Agar tidak semakin banyak yang mati, saya mempercepat periode pergantian air kolam dan pembersihan filter air. Biasanya air kolam diganti sebulan sekali, tapi sekarang 3 minggu sekali.

Hariono menambahkan, penggantian air kolam cepat dilakukan untuk mengurangi dampak zat amoniak yang mencemari kolam. Ia berharap musim hujan cepat datang agar tidak banyak ikan koi miliknya yang mati mendadak.[tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar