Iklan Banner Sukun
Ekbis

Cuaca Masih Buruk, Mobil Pengangkut Sembako ke Kepulauan Sumenep Tertahan di Pelabuhan Kalianget

Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah mobil pengangkut sembako terlihat berjajar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Semestinya, sembako-sembako itu akan dikirim ke wilayah kepulauan.

Kepala Unit Pelayaran Daerah (UPTD) Pelabuhan Kalianget, Sumenep Muslimin, menjelaskan, angkutan sembako itu tertahan di Pelabuhan karena tidak ada satupun kapal yang berlayar.

“Cuaca laut sampai saat ini masih ekstrem. Syahbandar belum mengeluarkan surat persetujuan berlayar. Jadi memang hingga hari ini belum ada kapal ke kepulauan yang berlayar,” katanya, Sabtu (15/01/2022).

Sementara Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, Supriyanto menjelaskan, sesuai prakiraan BMKG Maritim, cuaca di perairan kepulauan Sumenep ekstrem ditandai dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Cuaca buruk ini terjadi mulai tanggal 11 – 15 Januari 2022. Karena itu kami mengimbau seluruh operator kapal untuk menunda pelayaran hingga cuaca membaik,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, pihaknya hanya sebatas mengimbau untuk menunda pelayaran. Bukan melarang kapal berlayar. “Kami mengimbau ini demi keselamatan pelayaran. Kalau ada yang tetap nekat mau berlayar, ya silahkan saja, kami tidak bisa melarang. Tetapi resikonya kan cukup besar, memaksakan diri berlayar saat cuaca buruk,” terangnya.

Ia menjelaskan, BMKG memperkirakan cuaca buruk terjaadi hingga hari ini. Karena itu, besok pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat perkembangan cuaca laut.

“Kalau besok menurut BMKG ombak dan anginnya mulai mereda, ya bisa saja pelayaran kembali dilakuan. Kami masih menunggu besok dan terus berkomunikasi dengan BMKG untuk melihat perkembangan cuaca,” ucapnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, ketinggian gelombang di Selat Madura berkisar antara 0,5-1,5 meter, kemudian di Laut Jawa bagian Timur antara 0,8-2,5 meter, dan Selat Hindia Selatan Jatim antara 1,0-2,8 meter.

Sedangkan arah angin didominasi dari Barat – Barat Laut, dengan kecepatan angin maksimum di Laut Jawa bagian Timur sebesar 23 knots (42 km/jam) dan Selat Hindia selatan Jatim sebesar 19 knots (35 km/jam). (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati