Ekbis

Coklat Jadi Komoditi Unggulan Perkebunan di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Tak hanya Blimbing, pepaya dan durian; coklat sekarang ini juga jadi hasil perkebunan unggulan di Kabupaten Mojokerto. Setidaknya sudah sekitar 447 hektare lahan ditanami coklat

Perkebunan dikelola oleh 21 kelompok tani membawahi 337 petani coklat di Mojokerto. Produk olahan coklat juga sudah mulai banyak dikembangkan.

Pengembangan perkebunan coklat di Mojokerto ini memang sudah berlangsung lama. Mulyono ketua Kakao Jatim, ini mengungkapkan bahwa ini salah satu tindak lanjut dari program pemerintah. Mojokerto memang menjadi daerah yang ditunjuk sebagai pusat perkebunan di Jatim.

“Ini kan sudah dari periodenya Pakde Karwo dulu, terus ada program Hulu Hilir, ya jombang itu dapet ketahanan pangan, kabetulan Mojokerto dapat yang Perkebunan, coklat ini lah yang diunggulkan akhirnya,” ungkap ketua Kakao Jatim, Mulyono, Senin (29/7/2019).

Terbukti dengan adanya produk Coklat Mojopahit yang ada di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Sementara ini pengolahan dan pemasaran coklat asli Mojokerto ini masih menjadi satu tempat dengan wisata ini.

Salah satu kelompok tani yang mengelola produksi coklat di kecamatan Dlanggu yakni Kelompok Tani Mulyojati. Banyak produk olahan yang dihasilkan seperti Dark Chocolate, Milk Chocolate dll. Coklat Mojopahit ini dinilai miliki beberapa keunggulan yakni menggunakan biji cacao asli dan minim gula kemudian olahannya dijamin bebas pengawet.

“Memang pemasaran produk coklat masih di Wisata ini saja, masih belum luas cakupannya, tapi ini kan sambil berjalan sambil nunggu peresmian dll.” jelas Aji salah satu karyawan di pengolahan coklat Mojopahit.

Produk Coklat Mojopahit ini juga sudh sering mengikuti berbagai pameran di luar kota. Salah satunya di Jakarta, Surabaya, dan lain-lain. [lis/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar