Ekbis

Cintai Lingkungan, TPS Sepakat Menanam

Surabaya (beritajatim.com) – Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar aksi penghijauan, yakni mulai dari penghijauan di area pelabuhan sampai dengan penghijauan di lingkungan kampung RW 3 Krembangan Selatan.

Kegiatan penghijuan dimulai bersama Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, dan beberapa perusahaan serta instansi di wilayah Tanjung Perak dalam rangka peringatan hari Perhubungan di bulan September, TPS terus berkomitmen untuk melakukan kegiatan penghijauan untuk menjadikan lingkungan pelabuhan yang lebih hijau dan asri.

Pembenahan dan penanaman dilakukan di taman di depan Gate Domestik TPS seluas 30 m2, serta Taman di depan Tol Exit Tanjung Perak

Selain itu, TPS bersama warga RW 3 Krembangan Selatan menanam sebanyak 300 bibit toga di lingkungan kampung warga sejak akhir September 2020. Tanaman toga ini berupa jahe merah, jahe emprit dan lengkuas, yang hasil panennya nanti akan diproduksi menjadi minuman herbal. Saat ini ibu-ibu warga RW 3 Krembangan sedang merintis Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi minuman herbal dengan label “Wedang 9 (songo)”, karena ada 9 jenis rempah yang terkandung di dalamnya.

Guna mendukung usaha tersebut, para volunteer TPS ikut terlibat dalam proses penanaman serta memanen hasilnya dan melihat langsung proses produksi olahan minuman rempah tersebut. Meski penjualan Wedhang Songo baru sebatas “getok tular” namun produk ini sudah tersebar hingga ke kota-kota lain bahkan ke luar negeri.

Ketua RW 3 Krembangan Selatan, Santi menyampaikan terima kasih kepada TPS atas dukungannya dengan memberikan ratusan bibit toga yang memang sangat diperlukan warganya. “Tentunya program ini sangat membantu usaha kecil kami, semoga ke depan kerjasama TPS dapat terus terjalin, sukses selalu untuk TPS”, ungkap Santi.

Corporate Communication TPS, Retno Utami menyampaikan bahwa di momen peringatan Hari Menanam Pohon, TPS ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Memanfaatkan lahan yang tersedia untuk melakukan kegiatan penghijuan dengan menanam tanaman-tanaman di lingkungan sekitar masing-masing, sehingga dengan aksi kecil ini memberikan kontribusi untuk turut menjaga kelestarian bumi.

“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk turut melestarikan lingkungan, sekaligus bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat untuk bangkit dan produktif di masa pandemi,” tandas Retno.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar