Ekbis

Cerita Dwi Ayu Setyarini, Taruni Makmur yang Ingin Bahagiakan Orang Tua

Taruni makmur Dwi Ayu Setyarini (kanan) bersama rekannya sedang meneliti kandungan tanah tanaman padi
Taruni makmur Dwi Ayu Setyarini (kanan) bersama rekannya sedang meneliti kandungan tanah tanaman padi

Gresik (beritajatim.com) – Raut wajah Dwi Ayu Setyarini (21) perempuan asal Plosoklaten, Kabupaten Kediri sangat bahagia. Ayu, nama panggilannya, dilantik bersama 38 orang sebagai garda terdepan pertanian melalui program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur).

Mahasiswi semester akhir di Politeknik Pembangunan Pertanian atau Polbangtan Malang itu, dipersiapkan untuk mewujudkan swasembada, dan ketahanan pangan.

Ayu bercerita dirinya memang sangat senang menggeluti ilmu pertanian. Hal ini tertanam sejak duduk di bangku sekolah dasar, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Setelah tamat dari SMA, Ayu memang bercita-cita menjadi penyuluh pertanian. Maklum, keluarganya adalah petani. Dirinya ingin membahagiakan orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh tani.

“Orang tua buruh tani di desa, setelah lulus dari Polbangtan Malang dan selesai menjalankan program makmur, saya ingin membahagiakan orang tua karena telah dibekali keilmuan soal pertanian,” ujarnya di sela-sela Pelepasan Taruna Makmur di Petrokimia Gresik, Kamis (9/03/2023).

Perempuan murah senyum itu juga menuturkan, awalnya sampai terpilih menjadi taruni makmur saat itu ada rekomendasi dari kampusnya. Setelah menjalani tes berbagai tahap, dirinya terpilih bersama taruna dan taruni sebelum diterjunkan ke berbagai daerah.

“Tugas taruna dan taruni ini melakukan pengawalan, dan pendampingan bagaimana membudidayakan pertanian yang berkualitas kepada petani serta kebutuhannya,” ungkap Ayu.

Diakui Ayu program makmur ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Pasalnya, stigma bahwa petani itu pekerjaan kotor, dan kerap kali kepanasan. Tidak semuanya benar. Sebaliknya sudah saatnya para pemuda maupun pemudi bisa mengabdikan diri melalui riset, dan menjadi pejuang pangan.

“Jadi petani itu pekerjaan yang mulia karena wajib menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya sambil tersenyum.

Setelah resmi dilantik menjadi taruni makmur, Dwi Ayu Setyarini (21) siap diterjunkan ke daerah untuk mendampingi petani. Mulai dari menanam hingga panen.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi PT Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mengatakan, anak muda yang tergabung di dalam taruna dan taruni program makmur ini nantinya dilatih selama tiga bulan. Mereka dibekali praktek maupun keilmuan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.

“Para taruna dan taruni ini nantinya menjadi ujung tombak Petrokimia Gresik, dan Pupuk Indonesia. Selain dibekali ilmu pertanian juga diberi wawasan kebangsaan agar lebih mencintai Indonesia yang kaya memiliki bermacam-macam pertanian,” katanya.

Ia menambahkan, para taruna dan taruni program makmur ini yang kedua. Sebelumnya, Petrokimia Gresik bekerjasama dengan Polbangtan di Pulau Jawa juga pernah melakukan hal yang sama menyiapkan para taruna makmur untuk membantu serta mengedukasi petani. “Kami puas dengan taruna makmur yang pertama karena background-nya dari pertanian. Mereka mampu mengedukasi petani bagaimana melakukan penanaman serta pemupukan yang benar. Sehingga, menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas dan panennya meningkat. Hal yang sama pada taruna makmur yang kedua,” imbuhnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar