Ekbis

Cara Stylist Kafe di Kota Kediri Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Kediri (beritajatim.com) – Beberapa kafe mulai buka, protokol kesehatan ketat diterapkan. Bahkan ada yang mendesain kafenya dengan pembatas kaca namun tetap cantik, menyatu dengan desain keseluruhan.

Demi upaya memulihkan perekonomian akibat dampak pandemi dengan tetap memerhatika faktor kesehatan, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menetapkan Perwali no. 16 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

“Saya ingin melindungi Bapak/Ibu pengusaha kafe, agar bisa tetap buka tapi tidak melanggar aturan,” kata Abu ketika evaluasi pelaksanaan Perwali. Menurut beberapa pengusaha, Perwali tersebut membantu para pengusaha untuk tetap buka dan juga mengedukasi konsumen untuk taat protokol kesehatan.

Salah satunya Alinea, kafe yang terletak di Setonopande, Kecamatan Kota. Begitu masuk ke kafe, pramusaji yang menyambut mengharuskan pengunjung untuk cuci tangan di wastafel yang ada di pintu masuk. Usai cuci tangan, pramusaji menyodorkan tisu untuk mengeringkan tangan lalu mengetes suhu dengan termogun. Jika suhu di atas 37 derajat Celcius, maka dipersilakan untuk kembali.

“Juga yang tidak pakai masker, saya sarankan untuk membeli. Kami menyediakan. Tapi kalau tidak mau, ya tidak boleh masuk,” kata Agus Leo, pemilik Alinea.

Usai melakukan prosesi tersebut, baru memesan menu dan duduk di kursi yang disediakan. Di kursi ini pun diberi jarak. Bertebaran tanda silang merah yang artinya tidak boleh ditempati. Satu meja yang biasa memuat 10 orang, diisi maksimal 6 orang saja.

Selain itu, yang menarik adalah sekat pembatas kaca yang dipasang melintang di meja sehingga menghalangi droplet dari lawan bicara yang berhadapan meski sudah mengenakan masker. Desain sekat kaca ini menarik dan menyatu dengan desain kafe sehingga tetap nyaman.

“Kami pasang semua ini setelah pertemuan dengan Pak Wali itu (Mei 2020). Kalau dipasang plastik, orang seperti terpenjara. Dari browsing-browsing di Instagram, nemu desain yang sekarang,” tambah Agus.

Ia berharap, pengunjung juga menaati aturan. Kadang-kadang pengunjung tetap menggeser kursi karena ingin ngobrol lebih dekat dengan temannya. Atau ada yang sedikit protes, mau makan saja ribet. Hal itu perlu proses agar pengunjung mengerti bahwa protokol ini bukan ingin mempersulit namun untuk kebaikan bersama.

Sejak dibuka makan di tempat, memang pengunjung belum sebanyak sebelum Covid-19. Alinea memang tidak pernah tutup saat pandemi. Hanya sebelum adanya Perwali, tetap melayani pembeli untuk pesan antar.  [nm/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar