Ekbis

Cabai Rawit Sumbang Terbesar Angka Inflasi Sumenep

Penjual cabai rawit di pasar tradisional Sumenep [foto: temmy]

Sumenep (beritajatim.com) – Angka inflasi Sumenep pada Maret 2021 sebesar 0,12 persen. Angka tersebut melampaui inflasi Jawa Timur dan Nasional. Untuk inflasi Jawa Timur sebesar 0,11 persen, dan Nasional 0,08 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman menjelaskan, angka inflasi itu terjadi karena adanya kenaikan harga sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Dari 5 kelompok pengeluaran, yang mengalami kenaikan diantaranya kelompok kesehatan sebesar 1,48 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,48 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,28 persen, kemudian kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya sebesar 0,28 persen.

“Ada satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan, yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sedangkan yang tidak mengalamu perubahan yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan transportasi,” katanya, Rabu (14/4/2021).

Ia menjelaskan, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah cabai rawit, bawang merah, ikan teri, dan vitamin. “Sebaliknya yang menghambat laju inflasi adalah emas perhiasan, beras, cumi-cumi, dan ketimun,” imbuhnya.

Dari 8 kota indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Jember yakni 0,45 persen, dan terendah di Malang, 0,08 persen. “Inflasi Sumenep terendah ketiga setelah Malang dan Surabaya,” terangnya. [tem/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar