Ekbis

Bus Bagong Zero PHK Walau Diterpa Pandemi Covid-19

Malang (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa. Termasuk sektor industri yang berakibat banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Namun, hal tersebut tidak terjadi di perusahaan otobus atau PO Bagong. Mereka tetap bertahan meskipun kondisi perekonomian saat ini tengah carut-marut akibat pandemi Covid-19.

Sejak Maret lalu ketika pandemi ini mulai muncul, hingga saat ini, PO Bagong sama sekali tidak mengambil kebijakan untuk mem-PHK atau merumahkan karyawannya. Padahal, operasional bis Bagong sempat terhenti beberapa waktu lalu.

“Kondisi ini kan memang sulit diprediksi. Karyawan kita total, tidak ada yang kita liburkan,” kata Direktur PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, Senin (15/6/2020).

Budi menegaskan, untuk di garasi PO Bagong saja, ada sekitar 100 karyawan yang bekerja setiap harinya. Selama ini, aktivitas mereka masih berjalan seperti biasa.

“Kita tetap kerja dengan ketentuan yang berlaku. Kita terapkan protokol kesehatan. Masih tidak ada perubahan, sama seperti dulu. Termasuk pemberian THR (tujangan hari raya, red) juga tetap,” ucapnya.

Selain itu, di tengah pandemi ini, PO Bagong juga tidak luput melaksanakan kegiatan sosial. Beberapa kali PO Bagong memberikan bantuan ke masyarakat secara langsung.

“Kita juga sempat bagi-bagi sembako. Seperti di kampung dekat garasi ini, ada 100 lebih kepala keluarga yang kita bagikan sembako,” Budi mengakhiri. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar