Iklan Banner Sukun
Ekbis

Bupati Pamekasan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor UMKM

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (kanan) berbincang bersama Ketua Kadin Pamekasan, Harisandi Savari (tengah) di sela kegiatan Halal Bihalal di kompleks Mandhapa Agung Ronggosukowati. [Gambar: Kadin Pamekasan]

Pamekasan (beritajatim.com)Bupati Pamekasan, Badrut Tamam terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), guna membangun kemakmuran sektor ekonomi masyarakat di wilayah setempat.

Sebab pihaknya menilai jika membangun kemakmuran ekonomi sangat diperlukan untuk membentuk dan menumbuh kembangkan sektor UMKM, khususnya di kabupaten Pamekasan. Bahkan hal itu juga sering disampaikan seiring melandainya wabah Coronavirus Disease 2019.

“Prinsipnya ekonomi akan terus tumbuh ketika kita memberikan ruang yang besar bagi dunia usaha, kelompok kreatif, perbankan hingga seluruh elemen lainnya. Tentunya hal itu harus dilakukan dengan pola akselerasi yang tepat dan di luar cara yang tidak biasa,” kata Bupati Badrut Tamam, Jum’at (13/5/2022).


Menumbuh kembangkan sektor UMKM dinilai menjadi salah satu langkah konkrit dalam membangun kemakmuran sektor ekonomi. “Hemat kami, ekonomi akan terus berputar atas UMKM, dan UMKM akan terus diputar oleh ekonomi,” ungkapnya.

“Maka dari itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat Pamekasan khususnya para pelaku UMKM agar bekerjasama dalam menumbuhkan sektor ekonomi. Sehingga nantinya dapat membawa Pamekasan yang biasa menjadi luar biasa, serta dapat bersaing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia,” ajaknya.

Seperti diketahui, laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten Pamekasan, pada Tahun 2021, mengalami pertumbuhan sebesar 3,41 persen atau menempati urutan pertama dibanding tiga kabupaten lain di Madura, yakni Bangkalan, Sampang dan Sumenep.

Kondisi tersebut hanya selisih 0,16 persen dari laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur, yang berada di angka sebesar 3,57 persen pada 2021. Sekaligus menempati urutan pertama dengan laju pertumbuhan sebesar 3,41 persen dibanding tiga kabupaten lain di Madura. Bangkalan -2,07 persen, Sampang sebesar 0,22 persen, dan Sumenep sebesar 2,61 persen.

Bahkan laju pertumbuhan ekonomi Pamekasan tumbuh di atas 5 persen pada 2017, puncak laju pertumbuhan terjadi pada 2018 sebesar 5,46 persen. Namun kembali melambat pada 2019 sebesar 4,92 persen, bahkan juga terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi secara drastis hingga ke tingkat negatif dengan kontraksi 2,54 persen.

Hanya saja secara rata-rata laju pertumbuhan sektor ekonomi di Pamekasan dalam lima tahun terakhir, yakni sejak 2017 hingga 2021 terbilang stabil. Artinya dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi di Pamekasan sebesar 3,26 persen atau selisih 0,16 persen laju pertumbuhan ekonomi tingkat Jatim.

Dalam kurun waktu tersebut, kontribusi beragam sektor memberikan kontribusi besar pada laju pertumbuhan ekonomi. Di antaranya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan motor, serta sektor konstruksi.

Kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap PDRB Pamekasan Tahun 2021 sebesar 32,4 persen, perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan motor sebesar 20,72 persen, serta sektor konstruksi sebesar 10,3 persen. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar