Iklan Banner Sukun
Ekbis

Bupati Jember: Destinasi Wisata Pantai Seharusnya Gratis

Bupati Hendy Siswanto (kiri) saat meninjau Papuma [foto: Humas Pemkab Jember]

Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, Bupati Jember, Jawa Timur, menegaskan, bahwa destinasi wisata pantai seharusnya tidak memungut biaya dari pengunjung. Destinasi wisata alam berbeda dengan destinasi wisata buatan.

Hendy menegaskan, destinasi wisata pantai seharusnya gratis. “Pantai mana saja di Bali dan di dunia gratis semua, tidak ada yang bayar. Jadi kalau kita mau memungut tidak harus pakai tiket. Ada cara-cara lain yang bisa untuk memberikan kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan perusahaan-perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tanpa pakai tiket (masuk),” katanya, Sabtu (30/4/2022).

Hendy ingin menunjukkan, bahwa dengan penggratisan tiket masuk, pertumbuhan sebuah destinasi wisata lebih cepat. “Justru pendapatannya lebih banyak. Kita bisa pungut (pendapatan finansial) dari banyak cara, salah satunya pajak, kuliner,” katanya.

Mewujudkan visi itu, Hendy melakukan uji coba tiket gratis di dua destinasi wisata pantai, Tanjung Papuma dan Watu Ulo pada masa libur lebaran. “Harapannya animo masyarakat untuk berwisata tumbuh kembali. Kalau tumbuh kembali, akan membuat market place-market place baru. Salah satu contoh market place akan muncul di sepanjang jalur kota Ambulu sampai ke Watu Ulo. Sepanjang jalan itu insya Allah crowded, dan akan terjadi transaksi ekonomi, termasuk di dalam Watu Ulo dan Papuma,” kata Hendy.

Agus Mashudi, salah satu pegiat sosial yang memperjuangkan destinasi wisata pantai gratis untuk publik di Jember, mengatakan, uji coba yang dilakukan pemkab adalah studi ekonomi untuk mengetahui potensi perekonomian ketika tiket digratiskan.

“Bupati benar dan itu sesuai aturan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2016, bahwa sempadan pantai adalah akses publik. Namanya akses publik itu harus gratis. Tidak boleh dikomersialkan. Saya sangat sepakat dengan apa yang disampaikan bupati,” kata Agus.

Agus berharap penggratisan ini tak hanya sesaat, tapi selamanya. “Apa yang disampaikan bupati adalah amanah undang-undang,” katanya.

Hasti Utami, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Kabupatane Jember, Jawa Timur mendukung penggratisan tempat wisata, terutama di pantai. “Tapi sebelum menggratiskan perlu perencanaan yang matang terkait sumber-sumber pendapatan baru sebagai pengganti pemasukan dari tiket dan penataan kawasannya,” katanya, Minggu (1/5/2022).

Hasti mengingatkan perlunya regulasi untuk mengatur banyak aspek dalam penggratisan destinasi wisata. Bukan hanya masalah tiket, tapi juga wisatawan dan pedagang. “Dua hal utama harus diperhatikan, yakni penataan kawasan dan sumber-sumber pemasukan baru pengganti tiket masuk. Supaya destinasi wisata itu tidak kumuh. Apalagi pedagang yang pasti akan masuk dengan barang2 bawaan seabrek, atau pedagang kaki lima yang mangkal di sepanjang jalan,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar