Iklan Banner Sukun
Ekbis

BUMDES Agen BRILink Bisa Menyalurkan Pinjaman Mikro Dari BRI

Surabaya (beritajatim.com) – Menjadi Agen BRILink tak hanya menjadi layanan baru di beberapa warung di pedesaan. Tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Salah satunya BUMDES Sidoraharjo Kecamatan Kedamean Gresik yang menjalani bisnis lain yakni menjadi Agen BRILink. Ratusan warga yang hendak membayar tagihan listrik dan PDAM serta tagihan lainnya sangat terbantu karena mereka cukup ke kantor BUMDES Sidoraharjo sudah bisa membayar semua tagihannya.

“Sebulan ada 150 hingga 200 transaksi dan biaya pertransaksi kami juga tak mahal dan bersaing dengan platform online lainnya. Yakni 3.000 per transaksi,” beber Nur Mahmudah, Bendahara BUMDES Sidoraharjo.

Layanan dan keramah-tamahan menjadi bagian terpentingnya. Mengingat semua yang datang melakukan transaksi adalah warga satu desa, membuat warga lebih nyaman bertransaksi.

“Tantangan terbesar kami saat ini, semakin maraknya retail moderen seperti Indomaret dan Alfamart membuat beberapa warga lebih memilih melakukan pembayaran disana. Katanya bisa sekalian cuci mata ala orang di kota,” adu Nur.

Namun pengurus BUMDES tak patah semangat setelah tahu bahwa Agen BRILink juga akan menjadi penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi) kepada pelaku usaha segmen ultra mikro dengan pembiayaan hingga Rp10 juta. Harapannya kedepan akan banyak pedagang kecil di desa Sidoraharjo yang bisa mendapatkan UMi.

Hal itu juga dijelaskan Direktur Utama BRI, Sunarso dimana semua warga bisa pengajuan pinjaman ultra mikro melalui Agen BRILink. Sehingga mampu mempercepat perbaikan ekonomi seperti yang diharapkan pemerintah.

BRI memang memiliki jaringan Agen BRILink yang tak sedikit, tercatat hingga akhir Desember 2021, jumlah Agen BRILink sebanyak 503.151 agen. Adapun, referral pinjaman melalui Agen BRILink juga tercatat tumbuh 333,31 persen dengan total plafon Rp4,36 triliun sepanjang 2021.

Dengan jangkauan Agen BRILink yang luas, kami harapkan pelaku usaha ultra mikro dapat mengajukan pembiayaan dengan lebih mudah dan dekat. Fasilitas pembiayaan ini yang kemudian akan menjadi bahan bakar pelaku usaha ultra mikro dalam meningkatkan skala bisnisnya,” tandas Sunarso dalam keterangan tertulis, Jumat (4/2/2022) lalu.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar