Ekbis

Bulog Surabaya Selatan: Kwalitas Gabah Tentukan Harga

Stok beras di GBB Sooko Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Saat ini, harga Gabah Kering Panen (GKP) harganya jatuh dalam kisaran Rp3.400 hingga Rp3.500 per kilogram. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP), untuk harga beras Rp8.300/kg dan gabah kering giling Rp5.300/kg.

Kepala Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan, Renota Horison mengatakan, kwalitas gabah mempengaruhi harga gabah. “Harga gabah anjlok itu karena kwalitas gabah dari petani sendirinya. Itu dari kualitas. Mungkin pada saat itu, curah hujan yang cukup tinggi,” ungkapnya, Kamis (25/3/2021).

Sehingga kadar air maupun hamanya sangat tinggi dan rata-rata banyak yang belum waktunya di panen. Sehingga banyak butir hijau dan butir kuning saat dipanen. Masih kata Renota, gabah berkualitas bisa dilihat dari dua hal. Pertama, dari sisi masa panennya mencukupi 90 hari dan Kedua, selesai dipanen tuh langsung dilakukan penjemuran.

“Jadi jangan dulu diendapkan di sawah, itu menyebabkan kondisi beras akan menjadi kuning dan apa pada akhirnya kualitasnya menurun. Kita sangat suka sekali, sangat senang sekali bisa dibantu dalam hal untuk penyerapan atau pemenuhan dari CBB yang diingkan oleh pemerintah,” katanya.

Target penyerapan gabah dan beras dari petani lokal di Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan sebanyak 21 ribu ton. Sementara saat ini, Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan sudah melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal sebanyak sekitar 598 ton. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk