Ekbis

Boyong Pedagang Pasar Legi Ponorogo Mundur Lagi

Ponorogo (beritajatim.com) – Boyongan para pedagang Pasar Legi Ponorogo ke Pasar Relokasi lagi-lagi mundur. Kali ini Pemkab Ponorogo beralasan lalu lintas di Ponorogo bakal pada tanggal 31 Desember ini sehingga perpindahan akan tersendat.

Penundaan ini adalah yang ketiga kalinya sejak lahan relokasi mulai dikerjakan pada November lalu. Awalnya para pedagang  pindah pada 23 Desember namun diundur karena pedagang merasa tanggal 23, 24 dan 25 Desermber masih ramai pengujung. Karenanya, boyong diusulkan dilakukan pada 26 Desember. Namun boyong ditunda karena ternyata lahan belum siap. Masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai.

“Ya ditunda lagi. Nanti tanggal 2 sampai tanggal 5 Januari (2019). Kalau sekarang masih tahun baru, jalannya mungkin padat ya pada sore sampai malam hari bahkan dinihari (karena malam pergantian tahun). Kalau mereka pindah sekarang ya kasihan, malah terhambat,” ungkap Kabid Penataan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Kabupaten Ponorogo Fitri Nurcahyo, Senin (31/12/2018).

Sebenarnya, kata Fitri, bangunan sudah siap 100 persen. Seluruh bangunan sudah jadi dan bisa ditempati. Masing-masing los sudah dibagi sesuai kapasitas lahan.

“Kita harap pada empat hari itu bisa selesai. Sebab tanggal 6 Januari 2018 sudah harus ditutup untuk memulai pekerjaan di lokasi Pasar Legi,” ungkap Fitri.

Pada pasar relokasi tersebut terdapat 1.689 toko dan kios. Terdapat empat los pada pasar relokasi tersebut. Untuk los 1, los 2 dan los 3 yang membujur dari utara ke selatan masing-masing berkapasitas 22 toko atau kapling ukuran 2×2 meter, 326 kios besar ukuran 2×1,35 meter dan 90 kios kecil berukuran 1,6×1 meter.

Sedangkan di los 4 yang melintang dari timur ke barat menyediakan 375 kios ukuran 2×1 meter. Los 4 ini disediakan untuk pedagang dari pasar eks pengadilan 4A, eks pengadilan 4B dan eks stasiun 4C. [dil/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar