Iklan Banner Sukun
Ekbis

Bos Aneh, Karyawan Disuruh Kirim Screenshot Indikator Baterai Sebelum Pulang Untuk Pantau Kinerja

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap perusahaan tentu punya mekanisme pemantauan kinerja para karyawannya. Tentunya, sistem pemantauan yang dipakai cukup manusiawi

Berbeda halnya dengan seorang petinggi perusahaan di Wuhan, China. Dia jadi viral lantaran menerapkan sistem pemantauan kinerja karyawan yang aneh, lewat screenshot atau tangkapan layar baterai ponsel.

Maka, seorang bos dari sebuah perusahaan kecil di Wuhan, Cina, baru-baru ini memicu kontroversi di kalangan warganet karena upaya dan kebijakan yang dia ambil sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja produktif karyawannya.

Dilansir dari Odditycentral.com, bos tersebut selalu meminta karyawannya untuk mengirimkan tangkapan layar penggunaan baterai ponsel mereka sebelum pulang. Dia ingin memastikan para karyawan benar-benar bekerja.

Sistem tersebut dia terapkan lantaran dalam beberapa bulan terakhir, kinerja perusahaannya memburuk. Dia curiga para karyawan tidak bekerja maksimal dan sibuk main ponsel di jam kerja.

Untuk mengatasi masalah ini, tangkapan layar indikator baterai dianggap jadi solusi. Jika indikator menunjukkan daya baterai kecil bahkan habis, maka karyawan tersebut dianggap tidak bekerja lantaran sibuk main ponsel.

Menurut seorang karyawan yang menggunakan media sosial untuk mengekspos metode peningkatan produktivitas yang kontroversial, ia dan rekan-rekannya diminta untuk masuk ke pengaturan telepon mereka dan mengambil tangkapan layar dari grafik penggunaan baterai untuk hari itu. Selanjutnya, tangkapan layar dikirim ke ponsel bos mereka.

Seperti yang dapat dibayangkan, media sosial tidak terlalu memanfaatkan taktik yang mengganggu dan menginjak-injak privasi ini. Banyak yang menyebutnya tidak berguna, sementara yang lain menyarankan karyawan perusahaan untuk berhenti dan mencari tempat kerja yang lebih baik.

“Ini keterlaluan, ketika sebuah perusahaan mulai melakukan hal-hal seperti ini, biasanya itu berarti akan menurun dan Anda dapat mulai berencana untuk berganti pekerjaan,” komentar satu orang di Weibo.

“Pelanggaran privasi yang jelas,” orang lain menimbang.

Beberapa orang menunjukkan bahwa orang yang bekerja untuk perusahaan dapat dengan mudah melewati aturan kontroversial ini hanya dengan membawa smartphone kedua dan hanya mengirim tangkapan layar darinya.

Karyawan yang pertama kali mengungkap taktik tersebut mengatakan, beberapa rekannya marah karenanya dan mengadukan dia ke atasan. Tetapi sebagian besar khawatir tentang bagaimana keluhan akan berdampak pada status pekerjaan mereka, jadi mereka tetap menundukkan kepala.

Beberapa sumber menyatakan setelah kontroversi ini, presiden perusahaan mengeluarkan pernyataan publik yang menjelaskan metodenya tidak pernah melanggar privasi karyawannya. Tetapi lebih untuk meningkatkan produktivitas dengan memastikan mereka tidak memeriksa media sosial dan bermain video game di tempat kerja.

Perusahaan-perusahaan China saat ini memang telah menjadi berita utama untuk metode peningkatan produktivitas mereka yang kontroversial. Dari mempermalukan karyawan di depan umum karena tidak memenuhi target, hingga memasang timer di toilet, mereka sibuk memastikan orang-orang bekerja semaksimal mungkin. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar