Ekbis

Bojonegoro Timur Potensi Sentral Peternakan dan Perikanan Sungai Bengawan Solo

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah usai memberikan benih ikan kepada sejumlah kelompok tani ternak di Desa Kabalan Kecamatan Kanor.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu mengatakan, potensi pengembangan sentral pelaku usaha ternak berada di wilayah timur kota. Dimana, iklim peternakan di kawasan tersebut sudah terbentuk.

“Secara total data kelompok tani ternak di Kabupaten Bojonegoro ada sebanyak 245 kelompok,” ujarnya, Senin (13/7/2020).

Dari sebanyak 245 kelompok tani ternak, lanjut Catur Rahayu, ada 133 kelompok sudah terdaftar dengan 16 kelompok berbadan hukum dan masih proses pengajuan SKT di Disdukcapil sebanyak 96 kelompok.

Sedangkan untuk kelompok perikanan sebanyak 207 kelompok, 182 kelompok sudah memiliki surat keterangan terdaftar (SKT) dan 82 kelompok hanya terdaftar berbadan hukum. “Pada 2020 ada penajuan baru 25 kelompok,” terangnya.

Disamping itu Potensi pelaku usaha peternakan pemotongan unggas di wilayah timur kota, seperti di Kecamatan Balen terdapat tujuh pelaku usaha, untuk Kecamatan Kanor sebanyak sembilan pelaku usaha dan Kecamatan Sumberrejo 12 pelaku usaha dengan rata-rata 100 ekor per hari.

Sementara untuk potensi pemotongan ternak sapi yang ada di Kecamatan Balen dan Kecamatan Sumberrejo rata-rata per bulan 150 ekor di potong rumah sendiri. Untuk kelompok perikanan/nelayan di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor ada 10 kelompok yang sudah memiliki armada 50 perahu dengan anggota 104 orang dengan rata-rata tangkapan ikan seberat 11 kg/perahu atau 572 kg/hari.

“Tangkapan ikan dari nelayan sungai Bengawan Solo di Desa Kabalan hasilnya dijual di pasar Bojonegoro, Pasar Sumberrejo dan Pasar Dander,” pungkasnya.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah sebelumnya telah mencanangkan setiap desa memiliki potensi wisata. Termasuk salah satunya wisata berbasis alam, maupun peternakan. Sebelumnya, bupati juga telah memberikan sebanyak 25 ribu benih ikan kepada kelompok tani ternak di Desa Kabalan, untuk disebar di sungai Bengawan Solo.

“Jadi Desa Kabalan bisa menjadi objek wisata lokal yang berbasis kerakyatan,” ungkap Bupati Anna. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar