Ekbis

Bisnis Penerbangan di Indonesia Sedang Lesu

Foto ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Dua maskapai, Garuda Indonesia dan Wings Air, mengurangi frekuensi penerbangan rute Jember-Surabaya, di Jawa Timur. Kondisi bisnis penerbangan sedang lesu.

Alvin Lie, pengamat penerbangan dan juga anggota Ombudsman RI, mengatakan, dibandingkan Desember 2017, ada penurunan jumlah penumpang pesawat secara nasional sekitar 13 persen pada Desember 2018. “Padahal rata-rata pertumbuhjan jumlah penumpang kita 10 persen per tahun. Jadi turunnya signifikan secara nasional,” katanya via ponsel kepada Beritajatim.com, Sabtu (19/1/2019).

Hal ini membuat maskapai harus berhitung. “Mereka kalau marginnya tipis, tapi ruginya seperti itu, tentu berdarah-darah mereka. Maka itu mereka meninjau kembali rute-rute yang kira-kira dinilai demand-nya kecil, frekuensinya lalu dikurangi supaya terkonsolidasi,” kata Alvin.

Alvin menjelaskan, penentuan biaya dan harga jual tiket dalam penerbangan dihitung berdasarkan biaya per kilometer per kursi. “Margin bisnis penerbangan hanya antara tiga persen. Kalau dapat margin empat persen, sudah super sehat perusahaan itu. Jadi keuntungannya sangat tipis. (Syarat) agar penerbangan bisa menguntungkan, taraf keterisian pesawat atau load factor harus mencapai 70 persen atau lebih. Kalau kurang dari itu, rugi,” katanya.

“Bisnis penerbangan ini kan banyak fixed cost. Misalkan rute Jember-Surabaya, penumpangnya cuma satu, dia juga tetap harus terbang. Tapi cost-nya kan sama. Kalau keterisian penumpang di bawah 70 persen, maka dia rugi. Maka yang dilakukan airlines adalah mengurangi frekuensi penerbangan. Penumpang akan terkumpul lebih banyak, tapi frekuensi berkurang, sehingga diharapkan tingkat keterisian mencapai 70 persen atau lebih,” kata Alvin.

Dalam kondisi ini, pemerintah tak bisa apa-apa. “Sejauh harga tiket di atas batas bawah dan di bawah batas atas, tak ada pelanggaran. Pemerintah juga tak bisa memaksa airlines terbang. Kalau rugi, siapa yang menanggung?” kata Alvin.

Sampai berapa lama kondisi ini berlangsung? “Saya tidak bisa memperkirakan,” kata Alvin. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar