Ekbis

Bingung Hadapi Karyawan Millenial? AMA Indonesia: Kenali Generasi X dan Y

Suhartono Chandra pembicara yang sekaligus Presiden AMA Indonesia saat mengisi diskusi How to manage Millenials In Building Successfull Marketing Organization di Resto Nine, Jalan Mayjen Sungkono No 83, Surabaya, Jumat (30/8/2019). [Foto: manik priyo prabowo/beritajatim]

Surabaya (beritajatim.com) – Perbedaan generasi X dan Y, membuat konflik internal perusahaan terbentuk. Tak hanya perbedaan psikologis, tradisi, budaya dan teknologi juga nampak jelas terlihat.

Melihat kondisi tersebut, Asosiasi Menejemen Indonesia (AMA) Surabaya mengambil tema diskusi How to manage Millenials In Building Successfull Marketing Organization. “Jadi tema ini mengabil dari problem dan kelebihan dari karyawan generasi X dan Y,” jelas Diah Dharmayanti PhD, Sekjen Ama Surabaya di Resto Nine, Jalan Mayjen Sungkono No 83, Surabaya, Jumat (30/8/2019) malam.

Menghadirkan Suhartono Chandra sebagai pembicara yang sekaligus Presiden AMA Indonesia. AMA Surabaya ingin berbagi pengalaman dan mengetahui bagaimana perusahaan itu bisa memadu dua generasi ini. Sebab, menurut Suhartono Chandra, proses kerja dan kepribadian generasi millenial sangat berbeda dengan generasi X.

“Diantaranya kepribadian, generasi X ini memiliki sopan-santun seperti menyapa bos saat melintas. Tapi generasi millenial justru lebih cuek dan bekerja dengan fokus,” tandasnya.

Tak hanya itu, sebagai generasi millenial, proses pertemuan rutin tatap pun bukan sebuah kewajiban. Sebab, generasi millenial mengenal teknologi dan lebih suka hal praktis. “Kalau bisa video call grup kenapa tak sesekali dilakukan perusahaan saat ingin rapat,” ucapnya.

Chandra yang juga menjadi dosen Marketing di Universitas Taruma Nagara ini juga menyampaikan pengalamannya mencari tahu bagaimana cara kerja kaum millenial dengan membuat sampel anaknya sendiri.

Dari hasil pengamatan tersebut, para pemimpin perusahaan yang didominasi oleh generasi X ini harus mengakui kekurangannya. “Yang pasti kaum millenial sudah unggul di dunia teknologi terkini. So jangan sampai kita ragu tuk sesekali belajar dari generasi Y ini,” pungkasnya. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar