Ekbis

Bidik Kalangan Atas Lewat Oppo Experience

Surabaya (beritajatim.com) – Menggandeng Las Vegas Mobile Store, produsen Oppo melaunching outlet Oppo Experience Store 3.0 di Galaxy Mall 3. Kehadiran outlet premium Oppo ini menandakan Oppo semakin gencar menguasai pasar gadget di Jatim.

Regional General Manager Surabaya City Oppo, Evander Horyzon mengaku, Oppo Experience Store di Galaxy Mall 3 dari segmen pasar menyasar kelas atas. Namun demikian, semua produk Oppo mulai dari harga terendah hingga yang high end tersedia di outlet ini.

“Hanya saja produk Oppo yang premium lebih banyak pilihannya di outlet ini. Harapannya, dengan experience langsung ke outlet ini membuat masyarakat dan calon pembeli semakin yakin dengan produk Oppo,” jelasnya.

Meskipun saat ini masyarkat lebih suka berbelanja melalui online, tetapi untuk gadget dengan spesifikasi yang premium, masih mengandalkan experience langsung. Tak heran jika 50 persen penjualan gadget premium lebih banyak dilakukan di store yang mereka kunjungi. Salah satu store penjualan Oppo nya cukup besar adalah Las Vegas Mobile Store.

“Hal ini juga yang membuat kami menggandeng Las Vegas Mobile Store. Di outlet Oppo Experience ini pengunjung bisa menjajal Oppo Reno 2 secara langsung. Mereka bisa mencoba bagaimana kualitas kameranya maupun fitur-fitur unggulan lainnya,” jelas Evander.

Dia menyatakan, sejauh ini kontribusi produk segmen atas di Oppo tiap tahun terus bergerak naik. Dengan kehadiran Oppo Experience Store 3.0 di Galaxy Mall 3, diharapkan penjualan Oppo di segmen tersebut juga ikut terkerek.

Secara total, kontribusi penjualan Oppo di segmen atas sekitar 15 persen. Di Oppo, segmen menengah atas adalah produk yang kisaran harganya di atas Rp5 juta. “Yang paling banyak di segmen menengah, yakni di atas Rp3 jutaan. Kontribusinya sekitar 35 persen,” tandas Evander.

Direktur Utama Las Vegas Mobile Store, Herry Ramba menambahkan, tren sekarang produk gadget yang paling banyak terjual adalah segmen menengah atas. Sebaliknya, produk kelas bawah atau yang di harga satu jutaan, terus menyusut. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat mulai membaik.

“Berbagai macam pilihan cicilan ternyata juga menjadi daya tarik yang cukup kuat, sehingga tak heran pembelian kredit jauh lebih mendominasi dibandingkan pembelian cash,” tandas Herry.[rea/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar