Ekbis

BFI Sempat Hentikan Penyaluran Pembiayaan Demi Menekan NPF Saat Pandemi

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance)

Surabaya (beritajatim.com) –  PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) melambatnya perekonomian nasional akibat pandemi sempat menghentikan sementara penyaluran layanan pembiayaan baru selama kuartal II-2020. Demi menekan terjadinya gagal bayar atau Non Performing Financing (NPF).

Langkah ini berbuah baik, dimana secara bertahap Perusahaan berhasil memperbaiki kualitas aset dan kembali menyalurkan pembiayaan baru mulai awal semester II hingga akhir tahun, sambil terus menjaga kondisi likuiditas dan rentabilitas di tingkat yang aman.

Semua ini memberikan hasil yang memuaskan, terbukti bahwa performa BFI Finance lebih baik dibanding rata-rata industri pembiayaan.

Dari sisi kualitas aset, rasio pembiayaan  bermasalah NPF per 31 Desember 2020 tercatat angka 1,72%, lebih baik dari rata-rata industri dengan angka rasio 4,01%.

Perusahaan juga membukukan laba bersih senilai Rp701,59 miliar sampai dengan 31 Desember 2020 dari nilai piutang pembiayaan bersih sebesar Rp12,70 triliun.

“Kami menyalurkan pembiayaan secara prudent dan selektif baik sebelum dan selama pandemi sehingga kami mampu mengontrol pemburukan kualitas piutang yang terjadi. Kami juga melakukan penyesuaian proses kerja dan recovery yang cepat dan terarah  sehingga rasio NPF bisa membaik di bawah rata-rata industri,” ujar Sudjono, Finance Director BFI Finance.

Meski selektif, Sudjono memastikan bahwa Perusahaan akan tetap berkomitmen membantu masyarakat dalam aktivitas produksi dan konsumsi. BFI Finance terus berkomitmen menjadi mitra keuangan masyarakat yang terpercaya.

Beragam upaya mendukung stabilitas ekonomi salah satunya diimplementasikan lewat pelaksanaan restrukturisasi kredit. Terhitung sejak April hingga Agustus 2020, Perusahaan
melakukan relaksasi pembiayaan kepada konsumen yang terdampak pandemi.

BFI Finance juga berpartisipasi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk penanganan pandemi Covid-19. Bertindak sebagai penyalur subsidi bunga/subsidi margin
kepada konsumen usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah, Perusahaan telah menyalurkan subsidi bunga yang diterima dari pemerintah bagi sekitar 74 ribu konsumen BFI Finance yang memenuhi syarat.

“Kami menengok kembali tahun 2020 dan mensyukuri kinerja yang telah dicapai di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Tanpa kerja keras dan kepercayaan dari seluruh stakeholder BFI Finance, krisis ini akan terasa jauh lebih berat untuk dilalui. Target kami  tahun 2021 adalah mengembalikan size bisnis ke posisi prapandemi. Tentunya target ini sangat menantang dan tidak terlepas dari perkembangan kondisi eksternal yang menjadi  faktor pendukung penting,” tandasnya.[rea/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar