Ekbis

Bertemu Ketua DPD RI, Produsen Benih Kedelai Super Sampaikan Aspirasi

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melanjutkan masa resesnya dengan mengunjungi produsen benih kedelai super, PT Tarutama Nusantara (TTN) yang ada di wilayah Jember. Kunjungan ini sebagai dukungan LaNyalla atas keberadaan produsen benih kedelai super milik anak negeri guna terciptanya swasembada kedelai nasional.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Bidang Pertanian Dr.H.Edi Purwanto, STP, MM, Direktur Operasional PT TTN, Dr. Iryono, S.P., M.P. Badan Sertifikasi Benih, Ghufron, Satgas V Badan Pengawasan dan Sertifikat benih (BPSB) Jawa Timur, Yayak, Kelompok tani Suka Tani, Gatot dan Gapoktan Suka Damai Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari Jember.

Direktur Produksi PT TTN, Dr. Iryono, S.P., M.P. mengatakan bahwa rekayasa benih kedelai yang dilakukan PT Taruna Nusantara ini sebagai bentuk keprihatinan atas permasalahan kedelai nasional. Dari rekayasa benih yang dilakukan, maka produktivitas benih yang dihasilkan sangat tinggi, mencapai 3,2 ton per hektar. Sementara produktivitas kedelai lokal saat ini hanay mencapai 1,2 ton per hektar.

Ia menyampaikan bahwa pada Musim Tanam II/2020, demplot percontohan di Jember seluas 10 hektar telah panen pada bulan Juni 2020 dan hasil panen juga telah diujicobakan kepada pengrajin tempe dan tahu di Jember. Hasilnya mereka mengaku senang karena sesuai dengan yang diharapkan, bahkan hasil tempenya lebih bagus dibanding menggunakan kedelai impo.

Selanjutnya, PT TTN juga akan memperluas area tanam benih kedelai kualitas unggul tersebut di demplot yang ada di Malang dan Bondowoso dengan total produksi sekitar 100 ton benih per tahun.

“PT. Tarutama Nusantara ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan kedelai nasional. Kami memberikan beberapa contoh kepada bapak Ketua DPD RI agar benih ini bisa diketahui. Syukur-syukur bisa dilihat langsung oleh Pak Mentan, Pak Mendag dan pak Menkop UMKM. Karena ketiga kementerian itulah yang mengambil kebijakan. Agar kedelai super produksi anak negeri bisa dihargai dan dikembangkan di Indonesia sehingga mampu mengurangi ketergantungan impor kedelai,” ujar Iryono, Jumat (19/2/2021).

Pada kesempatan tersebut, Iryono juga menyampaikan sejumlah aspirasi agar keinginan bangsa Indonesia untuk mencapai swasembada kedelai nasional bisa tercapai. Pertama mendorong pemerintah bersama pihak terkait untuk dapat bersama-sama menciptakan tata Kelola kedelai yang saling sinergi dan memberikan manfaat kepada para pelaku usaha kedelai nasional.

“Kami juga ingin pemerintah memberikan dorongan dan motivasi kepada para petani kedelai di Indonesia agar dapat melakukan budidaya kedelai berdasarkan prinsip Good Agricultural Practices dan membantu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana petani kedelai,” tandasnya.

Selain itu, pemerintah juga harus mampu memberikan jaminan harga kedelai yang dihasilkan petani dengan harga yang layak agar kedelai dapat dijadikan usaha tani yang menguntungkan. Untuk itu, kebijakan penetapan harga benih oleh pemerintah yang saat ini ditetapkan sebesar Rp. 13.400 per kilogram harus ditinjau ulang. Karena kebijakan ini tidak menarik bagi pengusaha dan penyedia benih kedelai nasional.

“Kami juga berharap pemerintah mampu mendorong pemulia dan pelaku benih nasional untuk berlomba-lomba menciptakan varietas unggul kedelai yang mempunyai produktivitas yang tinggi. Serta menjadikan PT. Tarutama Nusantara Jember sebagai mitra pemerintah dalam penyediaan benih unggul kedelai nasional,” pungkasnya.

Menanggapi keinginan PT TTN yang disampaikan, LaNyalla menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan ia teruskan ke Komite II DPD RI, yang terkait dengan Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Dan pemerintah kita dorong bisa mempercepat proses penanaman varietas kedelai unggul produksi lokal hasil pengembangan dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi). Dari varietas ini, kita akan akan mendapatkan kedelai lokal berukuran besar dengan kualitas baik,” katanya

Komoditas varietas kedelai unggul ini juga akan menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah penghasil kedelai terbesar di Indonesia. “Dengan varietas unggul, Jawa Timur akan bisa menghasilkan produksi kedelai yang tinggi dan dapat menutupi defisit kedelai,” tandas LaNyalla optimis. [rea/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar