Ekbis

Bersama Istri, Ari Besuki Tekuni Usaha Pembuatan Ekstrak Protein Ikan Gabus

Kediri (beritajatim.com) – Semua pasti sudah tahu dengan ikan gabus yang biasanya ada di sungai dan rawa. Ikan yang juga dikenal dengan iwak kutuk ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting bagi tubuh manusia. Jika sebagian masyarakat menjadikannya lauk saat makan, namun di tangan Ari Basuki, ikan gabus diolah menjadi ragam produk yang memiliki nilai ekonomis dan mengandung manfaat kesehatan berupa ekstrak protein ikan gabus.

Dibantu oleh sang istri, warga Desa Maron Kecamatan Banyakan ini mulai merintis usaha sejak tahun 2013. Ia memproduksi ekstrak ikan gabus berupa kapsul berupa kapsul dengan merek Almina yang dibuat berdasarkan resep turun temurun keluarga. Khasiatnya beragam, diantaranya mempercepat penyembuhan luka, pemulihan kondisi setelah sakit dan pemulihan fungsi hati.

”Produk yang kami buat dapat dikonsumsi oleh segala usia baik remaja, dewasa, hingga orang tua. Ekstrak ini pun aman dikonsumsi tiap hari untuk membantu menjaga kesehatan. Almina juga sudah mendapat izin edar dari BPOM,” tuturnya.

Di tengah pandemi corona, Ari Basuki merasakan dampaknya. Penjualan produknya menurun, bahkan beberapa tempat tidak lagi meminta stok. Ia pun berinisiatif membuat produk unggulan lainnya berupa nugget, sosis solo, dan tahu bakso yang berisikan daging ikan Gabus. Hal ini dilakukan lantaran permintaan kapsul albumin di masyarakat menurun.

“Ada hikmah di balik setiap kejadian, termasuk pandemi yang kita hadapi saat ini. Saat permintaan albumin menurun, muncul ide olahan produk frozen berbahan ikan gabus. Harapannya, masyarakat tetap bisa mendapatkan nutrisi serta manfaat dari albumin ikan gabus, dengan konsep serta bentuk lainnya. Dinas Perikanan pun memfasilitasi pemasaran produk ini melalui Griya Ulam-Q,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ari ini juga mengutarakan, bahan baku didapat dari peternak lokal serta pasar, karena sangat sulit bila mencari sendiri. Biasanya ia membutuhkan 15 kg ikan gabus untuk menghasilkan 1000 kapsul almina.

Untuk harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Almina isi15 kapsul dijual dengan harga Rp 75 ribu, dan isi 30 kapsul dijual dengan harga Rp 150 ribu. Sedangkan untuk sosis solo dan tahu bakso berisi daging ikan gabus dijual dengan harga Rp 12 ribu per kemasan, dengan ketahanan cukup lama jika disimpan di dalam lemari es.

Selama ini produk Almina telah dipasarkan di apotek-apotek dan beberapa rumah sakit di wilayah karesidenan Kediri. Selain itu, dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace, pemasaran Almina juga sudah menjangkau Jakarta. Bagi Anda yang berminat mengkonsumsi produk ini, bisa menghubungi Ari Basuki di nomor 0822 9924 2705, atau berkunjung ke tempat produksinya di Desa Maron Kecamatan Banyakan. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar