Ekbis

Webinar Sesi 3

Beritajatim.com Hadirkan Uswatun Hasanah, Pemilik Batik Jokotole Collection Madura Beromzet Rp100 juta

Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu narasumber yang dihadirkan dalam webinar Beritajatim.com sesi 3 dengan tema Jurus Merangkum Audiens Melalui Media Massa yakni Uswatun Hasanah, pemilik usaha Batik Jokotole Collection (JC) Madura merupakan satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Pertamina MOR V. Uswatun dipilih menjadi narasumber dalam rangkaian acara HUT XV Beritajatim.com lantaran berhasil meraup omzet penjualan JC lebih dari Rp100 juta.

“Sedikit sharing terkait masa pandemi. Hanya satu jalannya yakni optimalkan media sosial dan penjualan untuk online. Tetapi kami sebagai pelaku UMKM, selain mengoptimalkan media sosial juga menulis kembali customer untuk dihubungi kembali,” ungkapnya, Senin (5/4/2021).

Masih kata Uswatun, para pelanggan kembali dihubungi untuk memperkenalkan produk baru dan memperkenalkan kembali jika produk tersebut berbeda dengan yang lain. Daftar pelanggan saat masa pandemi dinilai sangat penting untuk bertahan di masa sekarang ini.

“Kita membuat jejaring E commerce untuk networking. Tidak hanya fokus siapa yang membeli tapi siapa yang menyuplai barang. WA grup komunitas juga penting dibuat untuk bisa bekerja sama membangun usaha dan bisa survive di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.

Menurutnya, masa pandemi menjadi hikmah tersendiri bagi JC karena omzer penjualan menjadi lebih, 2 sampai 3 kali kondisi normal. Salah satunya memberikan daftar pelanggan loyal untuk selalu hubungi. Selaku pelaku UMKM sektor industri kreatif, ia tetap menjaga komunikasi dengan pelanggan.

“Branding atau promo di sosial media saat masa pandemi sangat penting. Dulu kami jarang pakai sosmed, mau tidak mau, suka tidak suka, saat ini kita harus mengoptimalkan sosmed. Kami pun punya gagasan Perwira APPS. Kenapa pelajar? Karena mereka yang melek IT sehingga bisa saling kolaborasi dengan UMKM yang tidak melek IT,” jelasnya.

Uswatun menyarankan agar para pelaku UMKM yang tidak melek IT untuk bisa bekerja sama dengan para pelajar atau pemuda. Menurutnya, Covid-19 tidak hanya dilihat dari segi negatif, tapi ada hikmah positif yang bisa dicapai agar bisa survive di masa sulit seperti saat ini.

“Kami melihat pelajar atau pemuda keinginan untuk berwirausaha, jika digunakan bisa membantu agar para pelaku UMKM juga melek IT. Pelaku UMKM lain tidak melek IT menjadi sangat ngancam survive sehingga banyak gulung tikar. Kami berharap dinas terkait memiliki konsep seperti ini,” urainya.

Yakni antara pelaku UMKM dan pelajar atau pemuda melek IT untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam akses penjualan sehingga bisa membantu UMKM yang tidak menggunakan IT. Kondisi pandemi seperti saat ini, lanjut Uswatun, justru menjadi peluang pelaku UMKM untuk menggaet pelanggan.

“Menyentuh hati para pelanggan, menyampaikan promosi ke orang-orang. Karena diskon beli satu gratis satu saat ini, sudah tidak menarik tapi dengan promo sosial marketing sangat menarik. Saat pemberlakuan PSBB lalu, kami mencoba marketing berbeda. Kami menawarkan jika produk yang dibeli, 5 persen membantu terdampak Covid-19,” tegasnya.

Uswatun menjelaskan, jika promo sosial marketing tersebut ternyata cukup membuat omzet JC meningkat dibanding kondisi normal. Menurutnya, di masa pandemi ternyata banyak masyarakat peduli terhadap sesama namun mereka tidak tahu bagaimana cara untuk menyalurkan.

“Saat kami sampaikan, foto kita share ke mereka dan mengatakan jika 5 persen dari penjualan disumbangkan untuk terdampak Covid-19. Respon customer justru akan merekomendasikan ke yang lain karena mereka tidak merasa berbuat apa-apa, dengan cara ini maka muncul customer baru,” tuturnya.

Uswatun mengaku tidak pernah menerima orderan palsu, meski mitra JC Jember pernah mendapatkan orderan dari penipu. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu sisi negatif di online tapi bagaimana tergantung dari para pelaku UMKM dalam menyikapinya.

“Setiap sesuatu ada positif negatif. Bagaimana menyeimbangkan hati-hati kita, untuk JC alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah menerima orderan palsu atau dari penipu. Karena penjualan kami cenderung online tapi personal sehingga kendala seperti itu, belum pernah terjadi,” pungkasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar