Iklan Banner Sukun
Ekbis

Berdiri 2017, Baznas Jember Kumpulkan Dana Rp 7 Miliar

Jember (beritajatim.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah mengumpulkan dana Rp 7 miliar sejak 2018 hingga 2021. Zakat dari aparatur sipil negara (ASN) perlu digalakkan lagi.

Dari Rp 7 miliar itu, sebanyak kurang lebih Rp 3,161 miliar berupa zakat dan Rp 448 juta berupa infak. Sementara Rp 3,46 miliar dalam bentuk sinergi, yakni Baznas menyediakan mustahik atau orang yang berhak menerima zakat. “Instansi atau pengusaha memberikan langsung zakat, infak, dan sedekahnya kepada mustahik,” kata Ketua Baznas Jember Misbahussalam.

Baznas baru terbentuk 2017 dan terdiri atas tiga komisioner. Selain Misbahussalam, ada Lutfi Ahmad dan Zaenuri. “”Obyek (pemungutan) zakat Baznas adalah ASN. Kami sudah melakukan sosialisasi ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di bawah pemerintah daerah maupun TNI dan Polri, pada 2017 akhir, 2018, dan 2019,” kata Misbahussalam.

“Kesadaran masyarakat untuk memberikan zakat, infak, sedekahnya ke lembaga amil masih belum maksimal. Mereka lebih suka memberikan langsung ke mustahik,” kata Misbahussalam.

Dalam perkembangannya, pada 2020, zakat ASN mulai masuk ke Baznas. “Mereka langsung setor rekening, dikumpulkan di salah satu sekretariat di pemda dan kemudian dimasukkan ke rekening. Artinya kesadaran berzakat sudah ada,” kata Misbahussalam.

Saat itu, sebagian tunjangan ASN dipotong untuk diserahkan ke Baznas melalui sekretariat daerah sesuai imbauan bupati. “Kalau berpatokan pada hukum, seharusnya dipotong dari gaji. Kalau gaji sudah mencukup untuk dipotong untuk zakat, maka itu harus dipotong,” kata Misbahussalam.

Saat itu, menurut Misbahusalam, sudah bisa masuk Rp 150 juta per bulan. Namun setelah sempat berjalan 2019-2020, pemotongan tunjangan ASN untuk keperluan zakat, infak, dan sedekah kini tidak lagi dilakukan. “Baznas di mana-mana ketika ada perubahan kepala daerah, selalu mulai dari awal. Tapi kami selalu melakukan sosialisasi. Ada masyarakat yang datang langsung menyerahkan zakatnya,” katanya.

Setelah Bupati Hendy Siwanto menjabat, komisioner Baznas beraudiensi. “Kami sampaikan soal Baznas. Alhamdulillah, waktu itu Pak Bupati welcome dan bersemangat. Tapi cuma mungkin karena masih baru dan berbenturan dengan program-program lain, zakat infak sedekah dari PNS belum ditarik lagi,” kata Misbahussalam.

Baznas Jember saat ini terus melakukan pembentukan unit pengumpuk zakat (UPZ) berbasis masjid dan lembaga pendidikan. “Karena yang kami khawatirkan, rata-rata masjid dan lembaga pendidikan hanya membentuk kepanitiaan zakat. Kepanitiaan zakat bukan amil, sehingga harus menanggung konsekuensi hukum, ketika masyarakat misalnya memberikan zakat fitrah, dan zakat fitrah belum menyerahkan ke mustahik, maka orang yang berzakat fitrah itu belum sah. Beda jika masyarakat berzakat, infak, dan sedekah kepada amil,” kata Misbahussalam.

Baznas Jember selama dua tahun terakhir mengoptimalkan UPZ di masjid-masjid. “Sekarang suah terbentuk hampir 700-an UPZ. Mereka sudah bisa menerima zakat, infak, sedekah,” kata mantan anggota DPRD Jember ini.

Baznas Jember memiliki lima program untuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah masyarakat, yakni Jember Cerdas, Jember Peduli, Jember Makmur, Jember Taqwa, dan Jember Sehat. “Kalau Jember Cerdas arahnya pendidikan. Kami bantu misalnya beasiswa bagi siswa yang tidak bisa membayar SPP dan UKT,” kata Misbahussalam. Menurut catatan yang diterima beritajatim.com, Baznas Jember mengeluarkan dana Rp 473 juta pada 2020-2021 untuk program Jember Cerdas.

Sementara itu, program Jember Sehat ditujukan untuk penanganan kesehatan. “Waktu itu kami membantu (penanganan) Covid. Kami bantu untuk pasien, pengadaan masker, penyemprotan disinfektan,” kata Misbahussalam. Dana Baznas yang keluar untuk program ini sebesar Rp 453 juta pada 2020 dan 2021.

Program lainnya adalah Jember Taqwa. “Jember Taqwa ini program bantuan terkait dengan ibadah, seperti merenovasi musala dan lain sebagainya,” kata Misbahussalam. Dana sebesar Rp 32 juta digelontorkan untuk program ini.

“Ada lagi Jember Peduli. Kami membantu masyarakat yang kena musibah. Kami juga pernah ke Lombok dna Palu,” kata Misbahussalam. Dana yang dikeluarkan untuk program ini terbesar dibandingkan program lainnya selama 2020 dan 2021, yakni Rp 1,738 miliar.

Program lain adalah Jember Makmur yang menghabiskan dana Rp 475 juta. “Ini yang disebut zakat produktif. Kami membantu usaha-usaha, kami kembangkan pelatihan-pelatihan kewirausahaan,” kata Misbahussalam.

Sepanjang 2021, Baznas Jember bekerjasama dengan Baznas Jawa Timur banyak melakukan bedah rumah para mustahik. “Ada yang nilainya sampai Rp 250 juta. Per rumah dianggarkan Rp 15 juta. Kami bersinergi dengan penyuluh-penyuluh agama. Alhamdulillah, ada partisipasi di lingkungan sekitar untuk membantu karena tahu bedan rumah ini uang hasil zakat. Saat kami turun untuk melakukan bedah rumah, kami menyampaikan bahwa ini uang zakat dan silakan yang mau berpartisipasi menambah untuk finishing,” kata Misbahussalam. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar