Ekbis

Bentengi Nasabah, Prudential Fokus Berinvestasi di Sektor Makanan dan Kesehatan

Surabaya (beritajatim.com) – Pembatasan wilayah berskala besar yang dilakukan pemerintah di sejumlah negara berdampak pada perlambatan ekonomi. Internasional Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan
ekonomi dunia dan Indonesia turun berturut-turut 3% dan 0,5%3. Hal tersebut berimbas pada koreksi Indeks Harga Saham pada hampir semua negara, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Menanggapi kondisi pasar dalam negeri yang terdampak oleh pandemi Covid-19 dan tekanan global, Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia telah melakukan sejumlah strategi untuk meminimalisasi volatilitas investasi Nasabah,” ungkap Novi Imelda, Chief Investment Officer Prudential Indonesia, Selasa (16/6/2020).
Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia mencatat sepanjang 2019, meskipun kondisi pasar bergejolak, Prudential Indonesia mencatat total dana investasi yang menguat sebesar 3% menjadi Rp 74,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 72,1triliun.
Di tahun yang sama, perusahaan juga mencatat Hasil Investasi sebesar Rp 5,4 triliun, didorong oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara itu, Eastspring Indonesia mencatat Total Dana Kelolaan sekitar Rp 92,08 triliun per 31 Desember 2019, yang terbesar di Indonesia.
Dalam mengelola investasi Nasabah, khususnya di tengah fase normal baru ini, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih saham dan hanya yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang
kuat.
Terkait dana investasi saham, perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan, dan
komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas. Sedangkan untuk dana investasi obligasi, akan berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih likuid. Dengan strategi seperti ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan pada saat
yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih.
“Perusahaan juga senantiasa menyuguhkan portofolio dana investasi yang beragam, di antaranya PRUlink Rupiah Equity Fund, PRUlink Managed Fund, PRULink Fixed Income dan
PRUlink Cash Fund, yang sejak diluncurkan telah mencatatkan hasil positif. Untuk itu, kami meminta Nasabah untuk memastikan Polis mereka aktif sehingga senantiasa
mendapatkan perlindungan, serta tetap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing,” tambah Novi.
“Di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi. Kami memprediksi pandemi dapat terkendali tetapi tidak dalam waktu singkat dan ekonomi terus tumbuh, tetapi produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga
pertumbuhan melambat. Namun, menurut pengalaman kami, situasi saat ini hanyalah fluktuasi sementara dan bahwa pasar Indonesia akan pulih dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena stabilitas fundamental ekonomi makro Indonesia yang relatif stabil.
Di saat seperti ini, justru kami melihat ini merupakan kesempatan bagi Nasabah untuk tetap berinvestasi agar mencapai imbal investasi dalam jangka panjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pandemi Covid-19 memang telah mengubah arah kebijakan ekonomi pemerintah, namun Indonesia memiliki fundamental makroekonomi Indonesia yang masih cukup kuat dan stabil secara jangka panjang, didukung oleh konsumsi domestik yang dapat menopang
pertumbuhan ekonomi di masa-masa mendatang. [rea/but]




Apa Reaksi Anda?

Komentar