Iklan Banner Sukun
Ekbis

Belum Jelas, Rencana Perpanjangan Runway Bandar Udara di Pulau Bawean

Aktivitas penerbangan di bandara Bawean.

Gresik (beritajatim.com) – Pembangunan perpanjangan runway di Bandar Udara Harun Thohir di Pulau Bawean, Gresik belum ada pembahasan lagi. Padahal rencana pengembangan sudah dibahas sejak 2019.

Seperti diketahui, selama ini transportasi ke Pulau Bawean dilayani oleh transpotasi udara serta laut. Sayangnya, untuk transpotasi udara hanya dilayani pesawat kecil. Sedangkan pesawat ATR belum bisa mendarat karena runway Bandar Udara Harun Thohir hanya memiliki panjang 900 meter.

Dari persoalan itu sebetulnya Pemkab Gresik sejak 2019 memiliki inisiatif untuk memperpanjang runway. Yakni untuk transportasi penunjang lantaran sektor wisata di Bawean juga direncanakan akan dikembangkan.

Sesuai rencana runway itu akan diperpanjang 1.300 meter untuk safety landing. Tapi persoalnnya, sisa lahan hanya kawasan tebing. Sebetulnya juga ada solusi lain, yakni menggunakan lahan masyarakat.

Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik Muhammad Amri menuturkan, kabar terakhir yang dirinya terima sejauh ini pihak bandara masih melakukan studi kelayakan. Dari studi itu nantinya akan muncul solusi untuk memperpanjang runway tersebut.

“Disana masih dilakukan studi. Karena memang lahannya juga terbatas,” tuturnya, Kamis (23/09/2021).

Amri menambahkan, saat ini pesawat yang terbang ke Pulau Bawean hanya dilayani pesawat kecil dengan kapasitas 15 penumpang. Jika runway diperpanjang bisa didarati pesawat ATR dengan kapasitas 50 hingga 75 penumpang.

“Kita tunggu perkembangannya soal pembangunan perpanjangan runway di Bandara Udara Harun Thohir,” imbuhnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar