Ekbis

Beli Tingwe di Toko Jagad Magetan, Solusi Saat Pandemi

Yogi Iswara owner Toko Tembakau Jagad. Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Disaat daya beli masyarakat turun akibat pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19), para perokok mulai beralih ke linting dewe (gulung sendiri) atau biasa disebut tingwe. Tingwe menjadi alternatif yang menarik dibanding rokok elektrik karena nilai ekonomisnya.

Yogi Iswara, owner toko tembakau Jagad di Jalan Timor 26, Magetan mengatakan, omset usaha tembakau miliknya naik signifikan selama pandemi, dikarenakan semakin meningkatnya harga rokok pabrikan sehingga banyak masyarakat mencari alternatif lain.

“Ya ini solusinya mereka beralih ke tingwe alias linting dewe yang lebih rit tapi mulut masih bisa ngebul,” tutur Yogi saat ditemui , Selasa (3/11/2020).

Variasi dan pilihan tembakau sangat banyak, dengan kisaran harga mulai 6 ribu per 50 ons hingga paling mahal hanya 23 ribu saja. Ada¬†kurang lebih 100-an jenis, termasuk tembakau TIS (tembakau iris) dari pabrik maupun home industri yang sudah dicampur “saos” (istilah cairan perasa di dunia tembakau).

“Kalau tembakau original nusantara ada sekitar 20-an jenis lah dari berbagai daerah masing-masing tembakau,” tegas yogi.

Yudhi (26) salah satu pelanggan toko tembakau jagad bercerita beralih ke lintingan awalnya karena coba-coba dan karena alasan harga yang ternyata murah.

“Hanya bermodal 20 ribu, bisa menghemat banyak dibanding merokok konvensional,” pungkas yudhi.

Sekilas, memang merokok tingwe cenderung ribet. Harus belajar melinting sendiri tapi juga memiliki keasyikan tersendiri bisa bereksperimen dengan mencampur berbagai macam tembakau hingga menemukan setelan yang tepat.

“Pembeli juga hampir dari semua kalangan. Dari bekerja sebagai petani, montir bengkel, buruh pabrik, tukang parkir¬† bahkan pns, pegawai bank, kepala desa dan kepala instansi pemerintahan juga ada yang nglinting dewe mas,” tegas Yogi.(asg/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar