Ekbis

Bekraf Kenalkan Aplikasi BISMA di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan BIGGER (BISMA Goes To Get Member) 2019 di Banyuwangi. Kota Gandrung merupakan kota kelima pelaksanaan BIGGER di tahun ini setelah Bogor, Malang, Palembang dan Padang.

BIGGER merupakan program sosialisasi platform BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application) kepada pelaku ekraf di Indonesia. BISMA sendiri merupakan platform bagi pelaku ekraf mendaftarkan diri maupun usahanya ke database resmi Bekraf.

Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios. “BISMA dibangun dengan tujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif untuk menunjang perkembangan ekraf nasional. Sehingga kedepannya data ini dapat kami jadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat bagi para pelaku ekraf di masing-masing daerah” ujar Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik dalam sambutannya saat membuka kegiatan BIGGER Banyuwangi, Jumat (19/7/2019).

Selain itu, kata Ricky, BISMA ini memiliki 5 keuntungan. Di antaranya, Be Updated bagi pelaku ekraf bisa mendapatkan informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf.

Be Marketed karena BISMA menyediakan etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif. Be Supported dimana pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Selanjutnya, Be Integrated yakni usaha pelaku ekraf terintegrasi dalam database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia. “Keuntungan lainnya adalah Be Engaged dimana pelaku kreatif dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional,” ujarnya.

Ricky menambahkan, saat ini tercatat lebih dari 44.000 pelaku ekraf di Indonesia dengan lebih dari 9000 produk serta 7000 jumlah usaha ekraf yang sudah terdaftar di platform BISMA. Namun angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencacat terdapat 8.2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Untuk itu Bekraf menilai perlunya mendata secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti melalui sebuah platform khusus,” jelasnya.

Terpilihnya Banyuwangi sebagai salah satu lokasi pelaksanaan BIGGER 2019 karena tingginya persentase pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5.6% pada 2017. Bahkan, kondisi tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5.06%. “Angka ini utamanya didukung oleh sektor pariwisata dan produk kreatif lokal Banyuwangi,” terangnya.

Selain menyosialisasikan BISMA kepada pelaku ekraf Banyuwangi, rangkaian kegiatan BIGGER ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan program-program Bekraf lain yang mampu mengakselerasi perkembangan ekraf nasional. “BIGGER menargetkan lebih dari 300 pelaku ekraf yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya menghadiri kegiatan ini dan mendaftarkan usahanya ke BISMA,” katanya.

Melalui kegiatan ini Bekraf berharap dapat memperoleh data mikro yang valid mengenai data ekonomi kreatif. Selain itu juga untuk mendorong akselerasi ekonomi kreatif Indonesia melalui pemetaan program dan kebijakan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan pelaku ekraf di masing-masing wilayah.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Riset dan Pengembangan Ekraf, Wawan Rusiawan; Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Yuana Rochma Astuti; Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual Bekraf, Robinson Hasoloan Sinaga, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Annas serta para profesional di antaranya Financial Planner Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie; Co-Founder Filosofi Kopi, Handoko Hendroyono; Praktisi Fotografi Produk, Dewi Sartika Bukit; Owner & Founder Studio Hiji, Abie Abdillah; Head of Government Relations Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo; Senior Analyst, Marketing, Community Shopee, Anastasia Raras Hatibie dan Chef Owner Namaaz Dining, Andrian Ishak. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar