Iklan Banner Sukun
Ekbis

Begini Kesiapan BI Hadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Kediri (beritajatim.com) – Perekonomian Kota Kediri pada bulan April 2021 menunjukkan arah perbaikan pasca berakhirnya PPKM. Hal itu memicu perbaikan sisi konsumsi yang ditunjukkan dengan penguatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) ke level optimis (113,33), menguat dibandingkan rata-rata triwulan I-2021 yang tercatat sebesar 99,95.

Selaras dengan hal tersebut, dari sisi aliran kas, KPw BI Kediri mencatatkan kecenderungan peningkatan aliran kas keluar (outflow) secara gradual meskipun secara net triwulanan tercatat net inflow.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H, KPw BI Kediri memperkirakan peningkatan outflow yang lebih dalam karena adanya peningkatan kebutuhan uang tunai sebagai dampak dari peningkatan transaksi masyarakat. KPw BI Kediri telah mempersiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebanyak Rp 2,76T, angka tersebut meningkat 15% dibandingkan tahun lalu.

Dana tersebut dipersiapkan baik untuk penarikan perbankan maupun kegiatan kas keliling wholesale kepada perbankan. Adapun penukaran ULE dilayani melalui perbankan di 83 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah kerja.

Penukaran ULE dapat juga dilakukan secara kolektif dengan mekanisme penarikan melalui tabungan yang didahului dengan konfirmasi melalui form http://bit.ly/permohonanuang2021.

KPw BI Kediri juga melakukan percepatan dan perluasan penukaran UPK 75. Masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran UPK 75 menggunakan 1 KTP untuk mendapatkan penukaran 100 (seratus) lembar dan dapat kembali melakukan penukaran pada hari yang berbeda. Adapun input data pemesanan penukaran dilakukan langsung oleh masyarakat pada PINTAR yang dapat diakses melalui https://pintar.bi.go.id/.

Sementara itu, penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) oleh masyarakat dilayani setiap Kamis sebagaimana jadwal operasional KPw BI Kediri. KPw BI Kediri menghimbau agar masyarakat senantiasa melakukan penukaran ULE di loket perbankan agar terhindar dari risiko uang palsu. KPw BI Kediri juga menjamin tidak ada fee untuk penukaran ULE yang dilakukan melalui loket resmi perbankan.

Sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang masih terjadi, masyarakat dihimbau untuk senantiasa bertransaksi menggunakan sarana pembayaran non-tunai dalam bertransaksi. Masyarakat dapat memanfaatkan internet dan mobile banking untuk bertransaksi dalam nominal besar.

Sementara untuk nominal ritel, masyarakat dapat menggunakan QRIS. QRIS bukan aplikasi baru, namun merupakan salah satu fitur metode pembayaran yang terintegrasi melalui satu standar QR yang dibangun bersama BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) melibatkan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) bank maupun non-bank (seperti LinkAja, GoPay, OVO, Dana, dsb). Dengan adanya QRIS, masyarakat terhindar dari risiko uang palsu, tidak perlu uang kembalian, serta memudahkan pencatatan transaksi.

Selain pelayanan penukaran uang, KPw BI Kediri bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Kediri akan menyelenggarakan Operasi Pasar Murni (OPM) pada tanggal 27-30 April 2021 dan 3-4 Mei 2021 di berbagai titik di Kota Kediri.

Komoditas yang disediakan dalam OPM tersebut antara lain beras, gula, telur, minyak yang dijual dengan harga di bawah harga pasar untuk membantu masyarakat kurang mampu. Mengingat tren tingginya konsumsi masyarakat jelang hari raya keagamaan, KPw BI Kediri juga menghimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam berbelanja agar tidak memicu kenaikan inflasi yang tinggi. Melalui inflasi yang terjaga, masyarakat akan semakin sejahtera. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar