Ekbis

Begini Cara Bertahan Pengusaha Baju Muslim Gresik di Tengah Pandemi Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Pelaku usaha baju muslim di Kabupaten Gresik masih bertahan kendati pandemi Covid-19 belum berakhir. Meski pasar baju muslim belum banyak terserap akibat adanya virus mematikan itu, pelaku usaha baju muslim seperti ‘Ramli Collection’ yang berlokasi di Jalan Sindujoyo XVII/1-13 Gresik punya strategi tersendiri bagaimana bisa bertahan hingga sekarang.

Penuturan ini datang dari Muhammad Jefri yang membuka usaha baju muslim bernama Ramli Collection. Usaha ini dulunya merupakan bisnis orang tuanya.

Menurutnya, saat ada masa pandemi Covid-19 muncul, kondisi tersebut sangat menguras tenaga dan pikiran. Sebagai pelaku usaha busana muslim (UMKM). Dirinya juga memikirkan nasib pegawainya. Sebab, hampir satu hingga dua bulan sewaktu ada pandemi Covid-19. Usahanya berhenti dan berimbas pada pegawainya.

“Karena ada Covid-19 pegawai saya liburkan. Padahal, saat itu merupakan ramai-ramainya di Bulan Ramadhan dan Lebaran. Penjualan baju muslim benar-benar drop,” ujarnya kepada beritajatim.com, Sabtu (12/09/2020).

Belajar dari pengalaman itu lanjut Muhammad Jefri, dirinya melakukan inovasi terhadap produk dan marketing-nya bagaimana usahanya tetap berjalan meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Melalui inovasi itu diharapkan produknya kembali terserap di pasar.

“Kami berinovasi membuat baju muslim plus masker. Tema bajunya sama dengan masker yang dijual ke konsumen,” paparnya.

Diakui Jefri Muhammad, saat Bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Produknya tidak terserap di pasar cukup banyak. Pasalnya, saat itu bersamaan pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, produknya yang siap dikirim ke sejumlah daerah seperti di DKI Jaya, Sumatra dan beberapa provinsi lainnya tidak bisa dikirim.

Sebagai antisipasinya kata dia, agar usahanya tetap bertahan hingga sekarang. Dirinya, bersama tim marketing-nya membuat pasar baru ditengah pandemi Covid-19. Pasar baru yang dimaksud adalah membuka jaringan pemasaran secara online. Baik itu melalui Facebook (FB), market place, dan what’s app (WA).

“Hasilnya lumayan bisa membantu. Sehingga, penjualan kami bisa meningkat 40 persen. Perlahan-lahan mulai naik. Baik itu permintaan baju muslim anak muda maupun orang tua. Aktivitas mulai bergerak lagi meski di pasar penyerapan produk baju muslim belum banyak,” tuturnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar