Ekbis

Begini Asal Mula Terbongkarnya Pemalsuan Merek Pulpen Impor

Surabaya (beritajatim.com) – Mengawali tahun 2020, Direktorat Bea Cukai berhasil menangkap barang impor yang terindikasi melakukan pemalsuan merek. Barang berupa pulpen dengan merek dagang Standard AE7 ini diimpor oleh PT PAM yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Penindakan yang melibatkan kepolisan ini terjadi pada 6 Desember 2019 lalu dengan barang bukti 1 kontainer pulpen sebanyak 858.240 buah merek Standard AE7 Alfa Tipe 0.5 Made in Indonesia dengan nilai barang yang dilaporkan senilai Rp 1 miliar.

Temuan pemalsuan ini pun sudah diputuskan Pengadilan Niaga Surabaya, hari ini yang memutuskan jika memang terbukti pulpen import ini palsu. Dan Pengadilan Niaga Surabaya memutuskan penangguhan sementara pengeluaran barang dari pabean cukai.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan Keberhasilan penangkapan ini juga tidak lepas dari keberanian pemilik pemegang merek karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan perekaman rekordasi dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI, dimana rekordasi ini telah diimplementasikan oleh Bea Cukai sejak 21 Juni 2018 dan sampai saat ini sebanyak 7 menek den 2 hak cipta telah terekordasi dalam sistem ini.

Dengan adanya sistem ini, Bea Cukai dapat segera menotifikasi kepada pemilik pemegang merek apabila terjadi dugaan importasileksponasi barang yang melanggar HKI.

“Sebagaimana pada kasus ini bermula dari analisis transaksi impor yang dilakukan Bea Cukai atas importasi PT PAM yang diduga melanggar HKI, Bea Cukai menotifikasi kepada pemilik merek PT Standardpen Industries (PT SI) karena merek tersebut telah terekam dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI.

“Kemudian, PT SI memberikan konfmnasi bahwa PT SI setuju dilakukan proses penangguhan sementara kc Pengadilan Niaga untuk dilakukan pemeriksaan bersama terkait keaslian atas merek barang tersebut dengan menyerahkan jaminan bank yang dipersyaratkan ke Bea Cukai Tanjung Perak, Pemeriksaan bersama dilakukan oleh Hakim Pengadilan Niaga,” tandas Heru Pambudi, saat konferensi pers di Tanjung Perak, Kamis (9/1/2020). [rea/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar