Ekbis

Beberapa Trayek Angkutan Umum dari Bojonegoro Tidak Jalan

Kendaraan bus jurusan Bojonegoro - Surabaya ngetem di pintu keberangkatan Terminal Rajekwesi Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bus jurusan Bojonegoro – Surabaya di pintu pemberangkatan Terminal Rajekwesi Bojonegoro mulai sepi. Meskipun ada, jarak keberangkatan antarbus sangat lama. Hal itu tidak seperti biasanya, hampir setiap jam ada.

Bahkan di pintu keberangkatan beberapa trayek yang lain tidak ada bus yang berangkat. Lalu lalang penumpang maupun yang menunggu keberangkatan bus juga sepi. Para crew angkutan umum banyak hanya duduk-duduk.

Sekitar pukul 11.00 WIB, ada sekitar tiga penumpang yang duduk di bangku tunggu bagi calon penumpang. Sepinya penumpang bus itu mulai terasa saat terjadi pandemi Corona Virus Disaes (Covid-19).

“Sekarang rata-rata penumpang bus 5 sampai 6 orang dari Bojonegoro yang turun di Surabaya,” ujar salah seorang crew bus, Sumarto, Selasa (14/4/2020).

Sehingga bus yang akan berangkat biasanya berhenti (ngetem) lebih lama, bahkan hingga satu jam lebih untuk menunggu tambahan penumpang. “Bisa ngetem sampai satu jam lebih. Itupun juga masih sepi penumpang,” tambahnya.

Namun, dia sadar, sepinya penumpang itu untuk memutus sebaran Covid-19 yang begitu cepat. Apalagi, beberapa daerah yang dilalui trayek bus Bojonegoro – Surabaya sudah masuk zona merah. “Jangan sampai ada migrasi orang yang dari zona merah kemudian menulari yang lain,” imbuhnya.

Sementara Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng mengatakan, trayek bus jurusan Bojonegoro – Surabaya awalnya sebanyak 80 armada. Dari jumlah itu mereka bisa melakukan perjalanan dua kali jalan. Namun, sekarang bus yang beroperasi tinggal semua 30 armada.

“Itu pun bus yang beroperasi hanya jalan satu kali saja. Pertimbangannya karena biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pemasukan. Sehingga banyak yang berhenti,” ujarnya.

Bahkan beberapa trayek mulai tidak beroperasi. Seperti trayek jurusan Bojonegoro – Nganjuk dan Bojonegoro – Tuban. Lainnya, kata Sentot, masih beroperasi namun banyak yang dikurangi. Beberapa MPU juga terlihat masih ada yang tetap beroperasi. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar