Ekbis

Baru Dibuka 5 Bulan, Kantor Bukalapak di Surabaya Ditutup

Logo Bukalapak di Kantor Bukalapak Jalan A Yani Surabaya

5Surabaya (beritajatim.com) – Dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) Massal yang dilakukan oleh Bukalapak berdampak juga ke kantor R and D di Surabaya yang baru saja diresmikan oleh CEO Bukalapak Achmad Zaky pada Maret 2019 lalu.

Kantor yang berlokasi di Jalan  A Yani Surabaya nampak sepi dan ditutup. beritajatim.com menyambangi kantor yang berlokasi di gedung biru lantai 6 Jalan A Yani Surabaya.

Begitu keluar lift di lantai 6 gedung yang menjualng tersebut  sudah terpampang tulisan warna merah Bukalapak. Namun siang itu kondisi kantor nampak sepi tanpa aktifitas.

Kami sempat melongok kedalam namun ruangan gelap, hanya deretan kursi yang terlihat namun melompong tak ada orang yang menempati.

Hanya ada seorang petugas keamaman yang berada di kantor dan menghampiri beritajatim.com.

“Mohon maaf, pemilik kantor sedang berada diJakarta. Untuk semua informasi ditutup oleh atasan, disini saya hanya security menjalankan tugas keamanan kantor saja”, ujar petugas yang berjaga didepan kantor.

Pada saat waktu itu, tidak ada pekerja sama sekali yang duduk ataupun bekerja didalam kantor.

Menurut petugas keamanan tersebut kantor Bukalapak di Surabaya akan buka kembali masih menunggu informasi dari pemilik perusahaan.

Sejumlah karyawan di Surabaya ada juga yang menumpahkan uneg-uneg pasca PHK massal ini melalui akun facebook

“Terimakasih bukalapak, tidaklah saya bisa sampai di titik ini tanpa bukalapak, terimakasih saya sudah diberi kesempatan untuk menjadi keluarga bukalapak, diberi kesempatan untuk belajar dan tumbuh, melihat secara langsung bagaimana orang2 hebat mendirikan sebuah perusahaan dari kecil hingga jadi unicorn,” ungkap salah seorang karyawan.

Dalam peresmian kantor yang dilakukan Maret 2019 lalu di Surabaya CEO Bukalapak Achmad Zaky menjelaskan fokus kantor R&D Bukalapak di Surabaya, seperti produk, engineering, data, riset, IoT, dan Kecerdasan Buatan, diharapkan dapat turut mendukung program e-government yang digiatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Namun sayang kantor itu sekarang sudah ditutup oleh Unicorn terkenal ini.

Bukalapak sebelumnya membenarkan kabar perusahaan tengah melakukan PHK terhadap para karyawan.

Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono mengatakan karyawan sebenarnya banyak belajar selama bekerja di Bukalapak.

Dia mencontohkan beberapa pekerja yang hengkang dari aplikasi pelapak itu mendirikan startup baru.

“Jadi memang seharusnya seperti itu (mantan karyawan Bukalapak membuka startup baru). Karena mereka (sudah) banyak belajar dari kami,” ujar Intan seperti yang dilansir Katadata.co.id

Sejumlah analis ekonomi menyatakan selain persaingan kompetisi yang ketat juga faktor belanja online masih belum menjadi budaya baru. Warga masih suka belanja di pasar tradisional karena ada interaksi sesama manusia.

Sementara itu Achmad Zaky mengatakan PHK dilakukan setelah mempertimbangkan pendapatan Bukalapak sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA/earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) baik.

“Pada saat ini kami sudah memiliki modal yang cukup dari para pemegang saham untuk meraih EBITDA positif, tentunya apabila semua rencana kami berjalan lancar tanpa halangan,” kata dia, seperti dikutip dari detikcom, Kamis (12/9/2019).

Bahkan dia mengatakan, Bukapalak akan menjadi e-commerce unicorn pertama yang akan meraih BEP (break event point). “Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP (break even point) atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat,” ujar Zaky.(Mg1/Ted)

 

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar