Ekbis

Banyuwangi Produksi APD dari Kain Spunbond Sekali Pakai

Banyuwangi (beritajatim.com) – Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis menjadi alasan Pemda Banyuwangi bergerak untuk memenuhi kebutuhan mendasar tersebut. Apalagi di tengah pandemi virus corona covid 19, petugas kesehatan menjadi garda utama saat melakukan perawatan dan penanganan pasien.

Pemkab Banyuwangi menggandeng sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerahnya untuk turut bergerak. Selain, memenuhi kebutuhan APD, keterlibatan UMKM juga memberi nafas ekonomi lantaran sepinya pesanan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut APD yang diproduksi oleh UMKM itu akan didistribusikan khusus bagi petugas medis di sejumlah rumah sakit. Meski terbilang sederhana, tapi setidaknya berguna di tengah minimnya alat pelindung diri.

“Jadi begini, setelah satu Minggu lalu saya merasa putus asa, setelah beberapa perawat dan dokter di daerah itu terinveksi virus corona covid 19 karena kekurangan APD. Saya pesan uang ada tapi barang tidak ada, sehingga tergugah untuk membuat masker dan APD ini,”

“Atas dasar pengalaman di daerah lain, kami kemudian memerintahkan kepada Disperindagkop dan Dekranasda untuk mengumpulkan UMKM untuk membuat ini,” kata Bupati Anas, Senin (6/4/2020).

Khusus untuk APD berupa baju hazmat sengaja dibuat dari bahan kain Spunbond. Menurut Anas, hal itu telah sesuai dengan arahan dari Dinas Kesehatan Banyuwangi. “Ini sesuai dengan supervisor dari Dinas Kesehatan Banyuwangi dan jadilah seperti ini. Dan produk ini telah dibuat oleh 20 UMKM dan berstandar kedokteran dan siap pakai,” katanya.

APD produksi UMKM ini hanya diaplikasikan untuk sekali pakai. Harganya juga cukup terjangkau. Rencananya, Banyuwangi akan memesan 1000 buah.”Ada beberapa daerah yang telah pesan kepada kami, dan insyaallah mudah-mudahan kita bisa produksi dengan kualitas bagus tapi dengan harapan semua yang kita lakukan ini sia-sia, tidak terpakai,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar