Ekbis

Bank Jatim Koreksi Target Kinerja, Karena Ekonomi Masih Terkena “Covid”

Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) harus melakukan sejumlah koreksi kinerja akibat serangan Covid-19 yang juga menghantam sektor bisnis.

Berikut sejumlah koreksi yang dilakukan bankjatim, yakni mulai dari peningkatan aset yang turun 2 persen dari target semula dan kinerja kredit yang kini hanya 6 persen – 8 persen.

Koreksi lainnya juga akan dilakukan yakni koreksi target keuntungan. Sebab manajemen bankjatim melihat semester II ini pandemi belum akan berakhir.

“Pandemi covid – 19 diprediksi masih terjadi di semester II ini. Sehingga kami harus ada strategi untuk mempertahankan kinerja tetap positif hingga akhir tahun mendatang,” kata Busrul Iman, Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim, saat paparan kinerja kuartal II/2020 Bank Jatim secara virtual, Rabu (29/7/2020).

Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kinerja yang ada, ditambah dengan adanya dana titipan dari Kementerian Keuangan RI untuk pemilihan ekonomi daerah senilai Rp 2 triliun.

“]

Kementerian Keuangan mengeluarkan dana titipan sebesar Rp 20 triliun yang digunakan untuk pemulihan ekonomi nasional di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Salah satunya di Bank Jatim, yang menurut Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha, Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait dana tersebut belum dilakukan.

Saat ini yang telah melakukan penandatangan PKS yakni Bank DKI, Bank BJB, Bank Sulutgo, dan Bank Jateng. Bank Jatim pun masih menunggu penandatangan PKS dan penempatan dana pemerintah tersebut.

“Kami menunggu itu dari Kemenkeu, mekanismenya PKS dulu,” jelas Ferdian.
Dengan adanya dana titipan ini, Bank Jatim merencanakan untuk mengoptimalkan melalui penyaluran di sektor produktif.

“Sehingga bisa meningkatkan kinerja di semester II ini yang target-targetnya telah kami revisi karena pandemi covid. Kami masih optimis pertumbuhan masih ada tinggi,” ungkap Busrul.

Disebutkan koreksi target tidak hanya pada target peningkatan aset dan kinerja penyaluran kredit. Tapi juga Dana Pihak Ketiga (DPK) dikoreksi tumbuh menjadi 4 persen – 5,6 persen.
Sementara kinerja keuangan di triwulan II/2020, Bank Jatim mencatatkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY).

Berdasarkan kinerja triwulan II, aset tercatat Rp 75,24 triliun atau tumbuh 9,12 persen (YoY), Dana Pihak Ketiga (DPK), mencatatkan pertumbuhan 10,49 persen (YoY) yaitu sebesar Rp 64,01 triliun.

“Di tengah pandemi seperti ini, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar
Rp. 39,18 triliun atau tumbuh 12,69 persen (YoY),” ujar Busrul.

Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp 9,38 triliun atau tumbuh 17,96 persen (YoY) diikuti dengan pertumbuhan kredit UMKM yang cukup signifikan yaitu sebesar 6,33 triliun atau tumbuh 16,12 persen.

Komposisi rasio keuangan periode Juni 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 19,41 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,79 persen, dan Return On Asset (ROA) 2,73 persen.

Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 68,96 persen. Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 770,15 miliar.[rea]





Apa Reaksi Anda?

Komentar