Ekbis

Bank Jatim Berikan Relaksasi Penundaan Pembayaran Pokok bagi UMKM dan Pekerja Informal

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menerima bantuan csr dari Bank Jatim Cabang Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bank Jatim Cabang Mojokerto memberikan bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR) untuk pencegahan virus corono (Covid-19) kepada Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Bank Jatim Cabang Mojokerto juga memberikan relaksasi penundaan pembayaran pokok bagi UMKM dan pekerja informal.

Kepala Bank Jatim Cabang Mojokerto, Subeki mengatakan, sedikit bantuan minimal yang diberikan Bank Jatim Cabang Mojokerto tersebut bisa membantu satuan tugas yang ada di Kabupaten Mojokerto untuk digunakan penanggulangan Covid-19. “Bank jatim memberikan bantuan 8 item,” ungkapnya, Rabu (15/4/2020).

Diantaranya, dua buah Bilik Sterilisasi Otomatis (BSO), dua buah tenda, dua buah kipas angin, dua unit blower, 10 buah Alat Pelindung Diri (APD), 35 buah box sarung tangan, 35 botol cairan disinfektan ukuran 5 liter, 30 box masker, 40 botol cairan hand sanitizer ukuran 1 liter dan 100 botol hand spray isi hand sanitizer.

“Kami berharap bantuan ini sedikit bisa digunakan sebagai bentuk partisipasi dan kami peduli. Di kantor juga ada penanganan awal, jika ada nasabah yang datang, kita arahkan untuk menuju cuci tangan. Setelah itu melalui bilik sterilisasi akan dicek suhu tubuh, dibawa 37 derajat celcius dipersilahkan masuk ke ruang tunggu,” katanya.

Masih kata Subeki, jika suhu tubuh di atas 37 derajat celcius maka akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Sementara suhu tubuh di bawah 37 derajat celcius dipersilahkan ke ruang tunggu dengan menempati tempat duduk yang sudah diatur jaraknya.

“Kami juga minta nasabah untuk mengisi formulir dengan menulis 3 tempat yang sudah disinggahi sebelum ke Bank Jatim. Harapannya agar bisa lebih deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19. Sementara bantuan ini merupakan gerakan antisipasi penanggulangan Covid-19 dari kami dan agar tidak menjadi kepanikan di Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Subeki menambahkan, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019. Untuk UMKM dan pekerja informal diberikan relaksasi penundaan pembayaran pokok sampai setahun.

“Misal pinjaman 3 tahun maka menjadi 4 tahun, dibayar setelah satu tahun namun bunga tetap dibayarkan setiap bulan karena bank juga punya dampak. Di Mojokerto sudah dilakukan, garis besarnya ditunda setahun tapi bunga dibayar tiap tahun. Untuk yang penghasilan tetap belum ada relaksasi karena ini ditujukan kepada UMKM yang berdampak secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengucapkan, terima kasih kepada Bank Jatim yang sudah peduli, bareng-bareng dan sinergi dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19. “Yakni agar bisa cepat kembali, keadaan normal dan bekerja dengan normal. Ini angin segar untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto, nanti akan saya serahkan kepada Satgas,” ujarnya.

Masih kata Bupati, saat ini Pemkab Mojokerto menyiapkan 1 juta masker untuk masyarakat dan 200 ribu masker untuk tenaga medis. Saat ini, peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per tanggal 14 April 2029 untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 39 orang, positif satu dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 287 orang.

“Jumlahnya naik tapi kita tetap menjaga kesehatan bareng-bareng, kami berharap hanya satu pasien yang positif. Upaya pencegahan tetap dilakukan agar tidak meluas, di semua tempat dilakukan pencegahan karena dimana virus tidak ada yang tahu. Petugas penyemprotan tetap berjalan di desa-desa,” pungkasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar